“august” bercerita tentang seorang gadis yang jatuh cinta di musim panas, namun cinta itu tidak pernah benar-benar menjadi miliknya.
Gadis ini, yang disebut Taylor dalam kepalanya sebagai Augustine, menjalin romansa singkat dengan seorang pemuda bernama James yang sebenarnya sudah punya kekasih lain bernama Betty.
Augustine tahu hubungan ini tidak jelas statusnya, tapi tetap saja ia menyerahkan segalanya, sampai rela membatalkan rencana hanya karena berharap James akan menelepon.
Apa yang paling menyakitkan dari lagu ini? Bukan perpisahan, melainkan kesadaran bahwa sejak awal ia tidak pernah kehilangan sesuatu yang benar-benar dimilikinya.
Seluruh lagu ini adalah kenangan yang Augustine pandangi dari kejauhan, menyadari bahwa bulan Agustus dan cinta itu sama-sama menguap sebelum sempat ia genggam.
Taylor tidak menggambarkan Augustine sebagai villain atau “gadis nakal.” Ia digambarkan sebagai seseorang yang peka, sungguh-sungguh jatuh cinta, dan hanya ingin diakui.
“august” adalah lagu tentang cinta yang tidak punya nama, tidak punya status, tapi nyata terasa bagi orang yang mengalaminya.
Terjemahan Lirik Lagu august dari Taylor Swift
[Verse 1]
Salt air, and the rust on your door
Udara asin, dan karat di pintumu
I never needed anything more
Aku tak pernah butuh apapun lebih dari ini
Whispers of “Are you sure?”
Bisikan “Apakah kamu yakin?”
“Never have I ever before”
“Belum pernah sebelumnya”
[Chorus]
But I can see us lost in the memory
Tapi aku bisa melihat kita tenggelam dalam kenangan
August slipped away into a moment in time
Agustus menyelinap pergi menjadi satu momen dalam waktu
‘Cause it was never mine
Karena itu tidak pernah menjadi milikku
And I can see us twisted in bedsheets
Dan aku bisa melihat kita terbelit di seprai
August sipped away like a bottle of wine
Agustus tersedot habis seperti sebotol wine
‘Cause you were never mine
Karena kamu tidak pernah menjadi milikku
[Verse 2]
Your back beneath the sun
Punggungmu di bawah sinar matahari
Wishin’ I could write my name on it
Berharap aku bisa menulis namaku di sana
Will you call when you’re back at school?
Akankah kamu menelepon saat kamu kembali ke sekolah?
I remember thinkin’ I had you
Aku ingat berpikir bahwa aku memilikimu
[Bridge]
Back when we were still changin’ for the better
Dulu saat kita masih berubah menjadi lebih baik
Wanting was enough
Keinginan saja sudah cukup
For me, it was enough
Bagiku, itu sudah cukup
To live for the hope of it all
Untuk hidup demi harapan dari semuanya
Cancel plans just in case you’d call
Membatalkan rencana kalau-kalau kamu menelepon
And say, “Meet me behind the mall”
Dan berkata, “Temui aku di belakang mal”
So much for summer love and saying “us”
Begitulah cinta musim panas dan menyebut kata “kita”
‘Cause you weren’t mine to lose
Karena kamu bukan milikku untuk kehilangan
You weren’t mine to lose, no
Kamu bukan milikku untuk kehilangan, tidak
[Outro]
‘Cause you were never mine
Karena kamu tidak pernah menjadi milikku
Never mine
Tidak pernah milikku
But do you remember?
Tapi apakah kamu ingat?
Remember when I pulled up and said “Get in the car”
Ingatkah saat aku datang dan berkata “Masuklah ke mobil”
And then canceled my plans just in case you’d call?
Dan kemudian membatalkan rencanaku kalau-kalau kamu menelepon?
Back when I was livin’ for the hope of it all, for the hope of it all
Dulu saat aku hidup demi harapan dari semuanya
“Meet me behind the mall”
“Temui aku di belakang mal”
Konteks di Balik Lagu august dari Taylor Swift
“august” adalah bagian dari trilogi cinta segitiga remaja dalam album Folklore, bersama “cardigan” dan “betty,” di mana masing-masing lagu menceritakan kisah yang sama dari sudut pandang tiga karakter berbeda.
Taylor Swift menulis lagu ini selama masa karantina pandemi COVID-19 pada awal 2020, saat ia pertama kali mencoba gaya bercerita fiksi alih-alih menulis secara otobiografis seperti album-album sebelumnya.
Produser Jack Antonoff mengirimkan instrumental terlebih dahulu, dan Taylor langsung menulis liriknya secara intuitif saat mendengar trek tersebut tanpa banyak perencanaan.
Lagu ini terinspirasi dari gambaran yang muncul di benak Taylor tentang bulan Agustus yang panas dan meleleh seperti sebotol anggur, dan dari sana ia membangun karakter Augustine sebagai sosok yang sering disalahpahami sebagai “gadis jahat.”
Dalam dokumenter Folklore: The Long Pond Studio Sessions yang tayang di Disney+, Taylor menegaskan bahwa Augustine bukanlah sosok antagonis, melainkan seseorang yang benar-benar mencintai James dan hanya ingin diakui keberadaannya.