Makna Lagu Film Favorit - Sheila on 7

Artis

Sheila on 7

Album

Singles

Tahun

2018

Genre

Pop Rock

Negara

Indonesia

Opini Redaksi

Lagu ini berbicara tentang seseorang yang jatuh cinta dan tidak mau berhenti berjuang meski tahu posisinya bukan yang utama.

Ia sadar bahwa dirinya bukan orang pertama yang dicintai, bukan pula yang paling diperhatikan.

Tapi justru di situ letak keistimewaan lagu ini, karena ia tidak menjadikan itu sebagai alasan untuk menyerah.

Perasaan jatuh cinta digambarkan sebagai sesuatu yang membingungkan, penuh misteri, dan sulit dijelaskan kepada orang lain.

Orang-orang di sekitarnya menyuruhnya berhenti, tapi ia memilih untuk terus melangkah.

Ia membandingkan perjuangannya dengan karakter dalam film, yang akan melakukan apapun demi mendapatkan apa yang diinginkan.

Bukan sebagai pemeran utama, tapi tetap hadir dan tetap berjuang sekuat pemeran utama manapun.

Bukankah justru itu yang paling nyata dalam kehidupan cinta banyak orang?

Lagu ini seperti cermin bagi siapapun yang pernah mencintai seseorang dari jauh dan tetap memilih untuk tidak pergi.

Sheila On 7 berhasil membungkus keberanian itu dalam melodi yang ringan tapi meninggalkan bekas yang dalam.

Arti Lirik Lagu Film Favorit dari Sheila On 7

[Verse 1]

Terkadang hidup menggariskan misteri

Yang takkan pernah bisa aku pahami

Seperti aku yang tak pernah berhenti

Mencari celah menaklukan hati

Mereka bilang “cobalah kau sadari

Misteri ini harusnya disudahi”

Aku mencoba sederhanakan ini

Agar semua orang memahami

Bait pertama ini membuka kisah dari sudut pandang seseorang yang bingung dengan perasaannya sendiri.

Ia tidak bisa menjelaskan kenapa terus berusaha, tapi ia juga tidak bisa berhenti.

Orang-orang di sekitarnya sudah mulai lelah melihatnya berjuang dan menyarankan agar ia menyerah.

Tapi ia justru mencoba menjelaskan dan mempertahankan pilihan hatinya itu.

[Chorus]

Sama seperti di film favoritmu

Semua cara akan kucoba

Walau peran yang aku mainkan

Bukan pemeran utamanya

Bagian chorus ini adalah jantung dari seluruh lagu.

Ia menyamakan dirinya dengan karakter dalam film favorit orang yang dicintainya, seseorang yang rela melakukan segalanya demi satu tujuan.

Yang menarik, ia tidak mengklaim dirinya sebagai pemeran utama, ia justur tahu betul posisinya ada di mana.

Tapi itu tidak menghentikannya, dan itulah yang membuat baris ini begitu kuat.

[Verse 2]

Karena mereka tak ikut merasakan

Indahnya hidup jatuh hati padamu

Sekali lagi aku kan menjelaskan

Berhenti bukan pilihan bagiku

Bait kedua ini menjawab semua keraguan yang datang dari luar.

Ia menegaskan bahwa orang lain tidak akan pernah bisa memahami rasanya karena mereka tidak ada di posisinya.

Jatuh cinta kepada orang ini adalah sesuatu yang indah baginya, dan itu cukup untuk membuatnya terus bertahan.

Kalimat terakhirnya bersifat final, tegas, dan tidak membuka ruang untuk negosiasi.

[Chorus]

Sama seperti di film favoritmu

Semua cara akan kucoba (Ah-ah-ah)

Walau peran yang aku mainkan

Bukan pemeran utamanya

Sama seperti di film favoritmu

Aku takkan pernah menyerah (Ah-ah-ah-ah)

Tak peduli yang aku mainkan (Aku mainkan)

Aku mainkan

Bukan pemeran utamanya

Pengulangan chorus di bagian akhir terasa lebih intens dan penuh tekad.

Kali ini ia tidak hanya berkata akan mencoba semua cara, tapi juga menegaskan bahwa ia tidak akan pernah menyerah.

Kata “aku mainkan” yang diulang terasa seperti afirmasi bagi dirinya sendiri, bukan hanya kepada orang yang dicintainya.

Ia menerima perannya, dan justru bangga menjalankannya sepenuh hati.

Konteks di Balik Lagu Film Favorit dari Sheila On 7

Lagu ini ditulis oleh gitaris Sheila On 7, Eross Candra, dan dirilis pada 29 Januari 2018 sebagai singel independen pertama band tersebut.

Inspirasi datang dari kisah nyata seorang teman dekat Eross yang belum berhasil menemukan pasangan hidup.

Eross tidak langsung menulis dari sudut pandang temannya, ia justru menempatkan dirinya sebagai orang itu agar pesannya lebih terasa dan relevan.

Judul “Film Favorit” dipilih karena Eross meyakini bahwa aksi heroik dalam kehidupan nyata kini terasa langka, dan hanya ada di film.

Salah satu film yang menjadi referensinya adalah The Pursuit of Happyness (2006), sebuah kisah tentang perjuangan tanpa henti demi sesuatu yang diyakini.

Perilisan singel ini juga menandai babak baru dalam perjalanan Sheila On 7 setelah hampir dua dekade bernaung di bawah label mayor Sony Music Indonesia.

Mereka memilih jalur mandiri dengan mendirikan label sendiri bernama 507 Records, sebuah keputusan besar yang diakui personelnya sebagai langkah yang konkret dan penuh keberanian.

Proses rekaman lagu ini berlangsung di studio milik Eross sendiri dan hanya membutuhkan waktu dua hari.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka, Sheila On 7 melibatkan music director dari luar, yaitu Tomo Widayat dan Tama Wicitra dari Yogyakarta, untuk membantu menyegarkan arah musik mereka.

Fakta Menarik tentang Lagu Film Favorit

Debut Indie Setelah 20 Tahun

Film Favorit menjadi lagu pertama Sheila On 7 yang dirilis secara independen melalui label 507 Records, mengakhiri era panjang mereka bersama Sony Music Indonesia yang berlangsung hampir dua dekade.

Lagu Ini Sudah Dibawakan Sebelum Dirilis Resmi

Sheila On 7 sudah membawakan Film Favorit di atas panggung sejak Juli 2017, termasuk di Jakarta Fair Kemayoran, sebelum akhirnya secara resmi dirilis ke publik pada Januari 2018.

Direkam Hanya dalam Dua Hari

Proses rekaman lagu ini terbilang singkat, hanya dua hari di studio Lahaneross milik Eross Candra, meski hasilnya terdengar matang dan memiliki sound yang lebih besar dari rekaman Sheila On 7 sebelumnya.

Drum yang Lebih Bombastis dari Biasanya

Salah satu hal yang disebut berbeda dalam produksi lagu ini adalah suara drum Brian Kresna yang terasa lebih menggelegar dan eksplosif dibanding rekaman Sheila On 7 di era sebelumnya.

Viral Karena Cara Promosi yang Unik

Sebelum rilis resmi, lagu ini viral karena sebuah percakapan di Facebook antara vokalis Duta dan seorang music director di Makassar yang ia hubungi langsung untuk mempromosikan singel baru mereka, sebuah cara yang tidak biasa untuk band sebesar Sheila On 7.