Pernah merasa jantung berdegup kencang hanya karena mau ketemu seseorang yang kamu suka?
Itulah yang coba ditangkap Sheila On 7 lewat lagu “Hari Bersamanya”.
Lagu ini bercerita tentang seorang pria yang sudah lama mendambakan seseorang, tapi di saat momen pertemuan itu tiba, ia justru dilanda gugup yang luar biasa.
Bukan gugup biasa, karena ia bahkan takut merusak hari si perempuan seperti yang mungkin pernah terjadi sebelumnya.
Rasa lemah di hadapan orang yang dicintai itu digambarkan dengan sangat jujur di sini.
Yang menarik, si pria tidak hanya berjuang sendirian, ia juga memohon kepada Tuhan agar hari itu berjalan lancar.
Doa itu menjadi inti dari lagu ini karena berulang kali muncul di chorus dan bridge.
Ada kerendahan hati yang tulus dalam lirik ini, bukan sekadar permohonan biasa.
Sheila On 7 berhasil membungkus perasaan yang sangat universal ini dengan melodi yang ringan dan mudah dinyanyikan siapa saja.
Makanya lagu ini terasa dekat di hati, karena hampir semua orang pernah merasakannya.
Arti Lirik Lagu Hari Bersamanya dari Sheila On 7
[Verse 1]
Hari telah berganti, tak bisa kuhindari
Tibalah saat ini bertemu dengannya
Jantungku berdegup cepat, kaki bergetar hebat
Akankah aku ulangi merusak harinya?
Bait pembuka ini menggambarkan seorang pria yang sadar betul bahwa momen pertemuan yang ia nantikan akhirnya tiba, dan ia tidak bisa lagi mundur atau menghindar.
Tapi alih-alih bersemangat, ia justru dilanda rasa takut.
Pertanyaan “akankah aku ulangi merusak harinya?” memberi kesan bahwa pertemuan sebelumnya pernah berakhir tidak menyenangkan, entah karena ia terlalu gugup atau tidak bisa mengungkapkan perasaannya dengan benar.
[Chorus]
Mohon Tuhan, untuk kali ini saja
Beri aku kekuatan ‘tuk menatap matanya
Mohon Tuhan, untuk kali ini saja
Lancarkanlah hariku
Hariku bersamanya, hariku bersamanya
Di bagian ini, si pria menyerahkan segalanya kepada Tuhan.
Ia bahkan tidak meminta hal besar, hanya kekuatan untuk menatap mata perempuan yang ia kagumi saja sudah cukup baginya.
Ini menunjukkan betapa dalamnya perasaan yang ia pendam dan betapa besarnya rasa gugup yang ia rasakan.
[Verse 2]
Kau tahu betapa aku lemah di hadapannya
Kau tahu berapa lama aku mendambakannya
Bait kedua ini lebih intim karena si pria berbicara langsung kepada Tuhan, seolah Tuhan adalah satu-satunya yang benar-benar tahu betapa ia mencintai perempuan itu dari jauh selama ini.
Kata “mendambakannya” memperjelas bahwa perasaan ini sudah lama tersimpan, bukan sekadar rasa suka sesaat.
[Bridge]
Tuhan tolonglah (Hari bersamanya)
Tuhan tolonglah (Hari bersamanya)
Bridge ini adalah puncak dari kegelisahan si pria.
Ia tidak lagi memohon dengan kalimat panjang, cukup dua kata: “Tuhan, tolonglah.”
Di balik itu tersimpan harapan besar bahwa hari bersamanya akan berjalan baik.
[Outro]
(Hari bersamanya, hari bersamanya)
Tuhan tolonglah (Hari bersamanya)
Tuhan tolonglah (Hari bersamanya)
Ah ah ha
Outro ini terasa seperti sebuah mantra yang terus diucapkan, seakan si pria tidak berhenti berdoa sampai hari itu benar-benar selesai dengan baik.
Konteks di Balik Lagu Hari Bersamanya dari Sheila On 7
Lagu ini diciptakan oleh Eross Candra, gitaris sekaligus otak kreatif di balik banyak lagu Sheila On 7.
Eross mengungkapkan bahwa “Hari Bersamanya” terinspirasi langsung dari pengalaman pribadinya sendiri, bukan dari kisah orang lain.
Uniknya, inspirasi itu bukan dari kisah asmara dengan sang mantan pacar, melainkan dari memori masa kecilnya saat masih duduk di bangku sekolah dasar.
Eross pernah menyebut bahwa ia dulu pernah jatuh hati pada seorang guru yang sangat muda, bahkan guru itu adalah kepala sekolah di sekolahnya.
Perasaan gugup dan tidak percaya diri itulah yang kemudian ia tuangkan ke dalam lirik lagu ini dengan sangat jujur.
Dari sisi musik, Eross mengerjakan lagu ini dengan pendekatan yang berbeda dari kebiasaannya.
Ia terinspirasi oleh gaya bermain Jeff Beck, gitaris blues legendaris asal Inggris, sehingga ia memilih teknik petikan note by note alih-alih double senar seperti biasanya.
Hasilnya adalah melodi yang terasa lebih ringan, mengalir, dan santai.
Single ini pertama kali dirilis pada pertengahan 2010 sebagai pembuka album Berlayar, namun peluncuran album itu sempat tertunda karena erupsi Gunung Merapi yang mengguncang Yogyakarta kala itu.
Rumah Eross sendiri berada dalam radius 30 km dari pusat erupsi, sehingga proses produksi pun terpaksa dihentikan sementara.
Album Berlayar akhirnya resmi diluncurkan pada April 2011 dan menjadi album ketujuh Sheila On 7 bersama Sony Music Entertainment Indonesia.