Lagu ini bercerita tentang seseorang yang sangat merindukan kehadiran orang yang dicintainya.
Kata “wonderwall” sendiri merujuk pada sosok yang selalu ada dalam pikiran dan menjadi tumpuan harapan seseorang.
Noel Gallagher, sang penulis lagu, menggambarkannya sebagai lagu tentang teman imajiner yang datang untuk menyelamatkanmu dari dirimu sendiri.
Pada verse pertama, sang tokoh meyakini bahwa hari ini adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya, namun ia tidak tahu bagaimana caranya.
Ada rasa cinta yang begitu besar tapi tersimpan di dalam dada karena rasa takut akan penolakan.
Pre-chorus menggambarkan betapa rumitnya perjalanan menuju orang yang dicintai, di mana semua jalan berliku dan semua cahaya terasa menyilaukan.
Chorus menjadi momen paling jujur dalam lagu ini karena sang tokoh akhirnya mengakui bahwa orang itu mungkin satu-satunya yang bisa menyelamatkannya.
Pada verse ketiga, tenses berubah dari “is gonna be” menjadi “was gonna be”, sebuah pertanda bahwa kesempatan itu sudah terlewat dan tidak bisa kembali.
Pengulangan “you’re gonna be the one that saves me” di outro bukan sekadar pengisi lagu, melainkan gambaran seseorang yang terus berpegangan pada harapan meski tahu segalanya sudah terlambat.
Lagu ini pada akhirnya adalah tentang kerentanan manusia yang paling dalam: mencintai seseorang dengan segenap hati tapi tidak tahu bagaimana mengatakannya.
Terjemahan Lirik Lagu Wonderwall dari Oasis
[Verse 1]
Today is gonna be the day
Hari ini pasti akan menjadi harinya
That they’re gonna throw it back to you
Di mana mereka akan melemparkannya kembali kepadamu
By now, you should’ve somehow
Sekarang, kamu seharusnya sudah menyadari dengan cara tertentu
Realised what you gotta do
Apa yang harus kamu lakukan
I don’t believe that anybody
Aku tidak percaya ada siapapun
Feels the way I do about you now
Yang merasakan apa yang aku rasakan tentangmu sekarang
[Verse 2]
Backbeat, the word is on the street
Irama backbeat, kabar sudah tersebar di mana-mana
That the fire in your heart is out
Bahwa api di hatimu telah padam
I’m sure you’ve heard it all before
Aku yakin kamu sudah pernah mendengar semua ini sebelumnya
But you never really had a doubt
Tapi kamu tidak pernah benar-benar meragukannya
I don’t believe that anybody
Aku tidak percaya ada siapapun
Feels the way I do about you now
Yang merasakan apa yang aku rasakan tentangmu sekarang
[Pre-Chorus]
And all the roads we have to walk are winding
Dan semua jalan yang harus kita tempuh itu berliku
And all the lights that lead us there are blinding
Dan semua cahaya yang menuntun kita ke sana itu menyilaukan
There are many things that I would like to say to you
Ada banyak hal yang ingin aku katakan kepadamu
But I don’t know how
Tapi aku tidak tahu caranya
[Chorus]
Because maybe
Karena mungkin
You’re gonna be the one that saves me
Kamu akan menjadi satu-satunya yang menyelamatkanku
And after all
Dan pada akhirnya
You’re my wonderwall
Kamu adalah wonderwall-ku
[Verse 3]
Today was gonna be the day
Hari ini seharusnya menjadi harinya
But they’ll never throw it back to you
Tapi mereka tidak akan pernah melemparkannya kembali kepadamu
By now, you should’ve somehow
Sekarang, kamu seharusnya sudah menyadari dengan cara tertentu
Realised what you’re not to do
Apa yang seharusnya tidak kamu lakukan
I don’t believe that anybody
Aku tidak percaya ada siapapun
Feels the way I do about you now
Yang merasakan apa yang aku rasakan tentangmu sekarang
[Pre-Chorus]
And all the roads that lead you there were winding
Dan semua jalan yang menuntunmu ke sana sudah berliku
And all the lights that light the way are blinding
Dan semua cahaya yang menerangi jalan itu menyilaukan
There are many things that I would like to say to you
Ada banyak hal yang ingin aku katakan kepadamu
But I don’t know how
Tapi aku tidak tahu caranya
[Chorus]
I said maybe
Aku bilang mungkin
You’re gonna be the one that saves me
Kamu akan menjadi satu-satunya yang menyelamatkanku
And after all
Dan pada akhirnya
You’re my wonderwall
Kamu adalah wonderwall-ku
I said maybe (I said maybe)
Aku bilang mungkin (aku bilang mungkin)
You’re gonna be the one that saves me
Kamu akan menjadi satu-satunya yang menyelamatkanku
And after all
Dan pada akhirnya
You’re my wonderwall
Kamu adalah wonderwall-ku
[Outro]
I said maybe (I said maybe)
Aku bilang mungkin (aku bilang mungkin)
You’re gonna be the one that saves me (That saves me)
Kamu akan menjadi satu-satunya yang menyelamatkanku (Yang menyelamatkanku)
You’re gonna be the one that saves me (That saves me)
Kamu akan menjadi satu-satunya yang menyelamatkanku (Yang menyelamatkanku)
You’re gonna be the one that saves me (That saves me)
Kamu akan menjadi satu-satunya yang menyelamatkanku (Yang menyelamatkanku)
Konteks di Balik Lagu Wonderwall dari Oasis
Lagu ini pertama kali direkam pada Mei 1995 di Rockfield Studios di Wales, sebagai bagian dari sesi rekaman album (What’s the Story) Morning Glory?
Noel Gallagher merekam fondasi gitar akustiknya dalam satu hari, dan seluruh lagu selesai dalam waktu sekitar setengah hari saja.
Judul lagu ini terinspirasi dari album instrumental George Harrison berjudul “Wonderwall Music” yang dirilis pada tahun 1968 untuk film berjudul sama.
Awalnya, Noel berencana menyanyikan lagu ini sendiri, tapi ia memberikan pilihan kepada adiknya, Liam, antara “Wonderwall” atau “Don’t Look Back in Anger”, dan Liam memilih yang pertama.
Lagu ini sempat berjudul “Wishing Stone” sebelum Noel akhirnya menggantinya setelah mendengar album George Harrison tersebut.
Setelah lagu ini meledak, banyak media berasumsi bahwa Noel menulisnya untuk kekasihnya kala itu, Meg Matthews, namun setelah keduanya bercerai pada tahun 2001, Noel mengklarifikasi bahwa lagu itu sebenarnya tentang sosok teman imajiner.
Bassist utama Oasis, Paul McGuigan, tidak ikut merekam lagu ini karena Noel sendiri yang memainkan bass, sebuah keputusan yang tidak disukai Liam.