Lagu “Kusut” menggambarkan seseorang yang terjebak dalam perasaan rumit karena mencintai seseorang yang sebenarnya tidak baik untuknya, tapi tidak sanggup untuk pergi.
Kata “kusut” sendiri punya makna yang tepat untuk kondisi ini. Dalam KBBI, kusut berarti tersimpul jalin-menjalin tidak karuan hingga sukar diuraikan, seperti benang yang ruwet, dan di sini kata itu menjadi gambaran dari masalah yang lahir saat harapan tidak seiring dengan kenyataan.
Sang tokoh dalam lagu ini sadar bahwa dirinya sedang dalam situasi yang merusak. Ia tidak rela, tidak ikhlas, karena sudah terlalu dalam mencinta, sehingga merelakan terasa mustahil.
Kata “membiru” menggambarkan bekas pukulan yang memar dan menyisakan warna biru lebam, dan di sini indra yang dimaksud adalah perasaan atau hati yang masih menyimpan luka akibat kenyataan yang memilukan.
Di sisi lain, sang tokoh mulai menyadari bahwa orang itu mungkin bukan yang terbaik untuknya. Keinginan untuk bangkit perlahan muncul di bagian kedua lagu ini, dengan keyakinan bahwa perpisahan adalah jalan terbaik bagi keduanya.
Outro lagu ini terasa seperti doa terakhir. Pengulangan “menuntunku lagi” adalah kerinduan terdalam seseorang yang belum sepenuhnya siap berjalan sendiri.
Tapi justru di situlah kejujuran lagu ini terletak: melepaskan memang tidak pernah semudah keputusannya.
Arti Lirik Lagu Kusut – Fourtwnty
[Verse 1]
Tolong jauhkan nafsuku
Dari pesona hawamu
Aku terjangkit dan sakit
Terjebak di ruang sempit
Bait pembuka ini memperlihatkan kesadaran yang menyakitkan.
Sang tokoh tahu ia sedang tertarik ke arah yang salah, tapi daya tarik orang itu begitu kuat hingga membuatnya merasa sakit dan terkekang.
"Ruang sempit" adalah gambaran betapa tidak ada ruang gerak tersisa ketika cinta sudah menguasai segalanya.
[Chorus]
Membiru indraku
Susah payahku melepasmu
Terlihat ku palsu
Tanpa rasamu menjamahku
Tanpa ragamu disampingku
Chorus ini adalah jantung dari lagu. Hati yang "membiru" menunjukkan luka yang masih nyata.
Sang tokoh terlihat palsu karena hatinya berkata lain dari apa yang ia coba lakukan. Tanpa kehadiran orang itu, ia merasa tidak utuh dan tidak jujur pada dirinya sendiri.
[Verse 2]
Mungkin bukanlah wujudmu
Ranjang ternyaman bagiku
Henti bergumam hati
Cabutlah biar tak kusut
Ini adalah momen terpenting dalam lagu. Sang tokoh mulai meragukan apakah orang itu benar-benar yang terbaik untuknya, meski terasa paling nyaman.
"Cabutlah biar tak kusut" adalah perintah kepada diri sendiri: berhenti ragu, ambil keputusan, dan pergilah sebelum semakin ruwet.
[Chorus] (pengulangan dengan tambahan lirik)
Membiru indraku
Susah payahku melepasmu
Terlihat ku palsu
Tanpa rasamu menjamahku
Tanpa ragamu disampingku
Tanpa eratmu menggenggamku
Tanpa arahmu lagi
Chorus kedua terasa lebih penuh dan lebih berat. Penambahan "tanpa eratmu menggenggamku" dan "tanpa arahmu lagi" mempertegas betapa besar peran orang itu dalam kehidupan sang tokoh. Ia bukan hanya kehilangan rasa, tapi juga kehilangan arah.
[Outro]
Menuntunku lagi
Menuntunku lagi
Menuntunku lagi
Pengulangan sederhana ini justru paling dalam maknanya. Sang tokoh tidak meminta kembali, ia hanya ingin dituntun.
Bisa jadi itu kerinduan pada orang yang sama, bisa juga harapan agar ada sesuatu yang lebih baik yang menggantikannya.
Informasi Lagu Kusut
Lagu “Kusut” dirilis pada April 2018 sebagai bagian dari album “Ego & Fungsi Otak,” album kedua Fourtwnty yang bergenre pop dan indie.
Album ini dirilis tepat pada hari jadi Fourtwnty yang kedelapan, 20 April 2018, sekaligus menjadi perayaan komunitas penggemar mereka yang disebut 4.20 Society.
Menurut Ari, vokalis Fourtwnty, lagu “Kusut” sebenarnya adalah lagu lama yang kemudian dikemas ulang dengan tema yang berbeda untuk masuk ke dalam album kedua ini.
Judul “Kusut” sendiri bukan dipilih sembarangan. Nuwi mengungkapkan dalam wawancara bahwa kata itu diambil dari bahasa sehari-hari saat mereka bertemu dengan kawan, di mana kata “kusut” digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sedang galau.
Album “Ego & Fungsi Otak” lahir dari proses yang penuh gesekan antar personel, di mana Ari Lesmana mengakui bahwa album ini adalah bukti Fourtwnty yang mulai dewasa karena awal proses pembuatannya dipenuhi ego masing-masing anggota.
Ketegangan itu akhirnya mereka atasi dengan memilih berhenti berkumpul di studio untuk sementara dan memilih manggung, sampai akhirnya ego pun mereda dan album bisa diselesaikan.