Lagu ini bercerita tentang seseorang yang memaksa dirinya untuk ikhlas, padahal sebenarnya tidak rela melepaskan seseorang yang sangat dicintainya.
Secara keseluruhan, lagu ini berbicara tentang perbedaan yang begitu mendasar sehingga membuat dua orang tidak bisa bersatu dalam sebuah hubungan. Perpisahan digambarkan bukan sebagai hal yang mudah, terutama ketika perasaan masih melekat kuat.
Lirik “Belajar melepaskan dirinya” bukan berarti sudah ikhlas. Kata “belajar” justru menunjukkan bahwa proses itu masih berlangsung, masih berat, dan belum selesai. Rasa sayang belum pergi, tapi keduanya sudah tahu bahwa hubungan ini tidak bisa dilanjutkan.
Pengulangan frasa “tak terima” di akhir lagu menegaskan bahwa meski seseorang telah mencoba menerima kenyataan, hati dan jiwa tetap sulit berdamai dengan perpisahan tersebut.
Pada akhirnya, lagu ini merangkum sebuah perasaan yang sangat manusiawi: kamu tahu harus melepaskan, tapi hatimu belum siap. Dan itu sah-sah saja.
Lirik Lagu Hitam Putih – Fourtwnty
Bagai langit dan bumi
Yang tak pernah sealam
Bagai hitam dan putih
Yang tak pernah sewarna
Hanya kita
Yang merasakannya
Belajar melepaskan dirinya
Walau setengahku bersamanya
Ku yakin kita 'kan terbiasa
Walau inti jiwa tak terima
Bagai air dan api
Yang tak pernah senyawa
Bagai timur dan barat
Yang tak pernah searah
Belajar melepaskan dirinya
Walau setengahku bersamanya
Ku yakin kita 'kan terbiasa
Walau inti jiwa tak terima
Hu-uh
Hu-uh-uh
Hu-uh-uh
Hu-uh, hu-uh
Belajar melepaskan dirinya
Walau setengahku bersamanya
Ku yakin kita 'kan terbiasa
Walau inti jiwa tak terima
Tak terima, tak terima
Tak terima, tak terima
Tak terima, tak terima
Tak terima, tak terimaInformasi Lagu Hitam Putih
Lagu “Hitam Putih” pertama kali muncul di mini album perdana Fourtwnty, sebelum kemudian masuk ke dalam album penuh bertajuk Lelaku yang dirilis pada Mei 2015. Mini album tersebut memuat lima lagu, salah satunya adalah Hitam Putih.
Fourtwnty berdiri pada April 2010 di Jakarta, dengan Roby Satria sebagai penggagas sekaligus produser, music director, dan composer. Band ini beranggotakan tiga personel: Ari Lesmana (vokal), Nuwi, dan Roots.
Genre yang diusung Fourtwnty adalah acoustic folk. Lewat musik mereka, Fourtwnty berbicara tentang toleransi, kecintaan terhadap alam, perkara cinta, persahabatan, keluarga, dan sinestesia, semuanya terkandung dalam lirik yang puitis dan aransemen yang khas.
Album Lelaku tercatat sebagai full album perdana Fourtwnty dan memuat sembilan lagu yang sukses mengantarkan nama Fourtwnty dikenal lebih luas di skena musik pop Indonesia.