Makna Lagu the 1 - Taylor Swift

Artis

Taylor Swift

Album

Folklore

Tahun

2020

Genre

Folk, Soft Rock, Indie Folk

Negara

Amerika
Opini Redaksi

Lagu ini bercerita tentang seseorang yang menatap kembali sebuah hubungan yang tidak pernah benar-benar berhasil.

Narator tidak larut dalam kesedihan, tapi ia juga tidak bisa sepenuhnya berhenti bertanya-tanya.

Pertanyaan yang terus menghantuinya sederhana saja: bagaimana jika satu hal saja berjalan berbeda?

Taylor menggambarkan perasaan yang sangat manusiawi, yaitu kerinduan pada kemungkinan yang tidak pernah jadi kenyataan.

Frasa “roaring twenties” bukan sekadar referensi sejarah, melainkan gambaran masa muda yang seharusnya bebas dan penuh kenangan indah bersama seseorang.

Di akhir lagu, narator akhirnya jujur pada dirinya sendiri bahwa ia tidak punya alasan untuk terus menggali kenangan itu, tapi ia tetap melakukannya.

Lagu ini bukan tentang amarah atau penyesalan pahit, melainkan tentang keindahan yang menyakitkan dari sesuatu yang hampir terjadi.

Terjemahan Lirik Lagu the 1 dari Taylor Swift

[Verse 1]
I’m doing good, I’m on some new shit

Aku baik-baik saja, aku sedang menjalani hal-hal baru

Been saying “yes” instead of “no”
Sudah mulai bilang “ya” bukan “tidak”

I thought I saw you at the bus stop, I didn’t though
Kukira kulihat kamu di halte bus, ternyata tidak

I hit the ground running each night
Aku terus bergerak setiap malam

I hit the Sunday matinée
Aku mengisi waktu dengan menonton film di hari Minggu

You know the greatest films of all time were never made
Kamu tahu, film-film terbaik sepanjang masa tidak pernah dibuat

[Pre-Chorus]
I guess you never know, never know

Kurasa kamu tidak pernah tahu, tidak pernah tahu

And if you wanted me, you really should’ve showed
Dan jika kamu menginginkanku, seharusnya kamu tunjukkan

And if you never bleed, you’re never gonna grow
Dan jika kamu tidak pernah terluka, kamu tidak akan pernah bertumbuh

And it’s alright now
Dan sekarang semuanya baik-baik saja

[Chorus]
But we were something, don’t you think so?

Tapi kita pernah jadi sesuatu, bukankah begitu?

Roaring twenties, tossing pennies in the pool
Masa dua puluhan yang meriah, melempar koin ke kolam

And if my wishes came true
Dan jika harapanku jadi kenyataan

It would’ve been you
Itu pasti kamu

In my defense, I have none
Dalam pembelaanku, aku tidak punya alasan

For never leaving well enough alone
Karena tidak pernah membiarkan semuanya begitu saja

But it would’ve been fun
Tapi pasti menyenangkan

If you would’ve been the one
Jika kamu adalah orangnya

[Verse 2]
I have this dream you’re doing cool shit

Aku punya bayangan kamu sedang menjalani hal-hal seru

Having adventures on your own
Menjalani petualangan sendiri

You meet some woman on the internet and take her home
Kamu bertemu seseorang di internet dan membawanya pulang

We never painted by the numbers, baby
Kita tidak pernah mengikuti aturan baku, sayang

But we were making it count
Tapi kita membuat setiap momen berarti

You know the greatest loves of all time are over now
Kamu tahu, kisah cinta terbesar sepanjang masa sudah berakhir

[Pre-Chorus]
I guess you never know, never know

Kurasa kamu tidak pernah tahu, tidak pernah tahu

And it’s another day waking up alone
Dan ini lagi-lagi hari yang dimulai sendirian

[Chorus]
(Terjemahan sama seperti di atas)

[Bridge]
I, I, I persist and resist the temptation to ask you

Aku, aku, aku terus bertahan dan menolak godaan untuk bertanya padamu

If one thing had been different
Jika satu hal saja berbeda

Would everything be different today?
Apakah segalanya akan berbeda hari ini?

[Chorus akhir]
We were something, don’t you think so?

Kita pernah jadi sesuatu, bukankah begitu?

Rosé flowing with your chosen family
Rosé mengalir bersama keluarga pilihanmu

And it would’ve been sweet
Dan pasti terasa manis

If it could’ve been me
Jika itu bisa saja aku

In my defense, I have none
Dalam pembelaanku, aku tidak punya alasan

For digging up the grave another time
Karena mengungkit kenangan itu lagi

But it would’ve been fun
Tapi pasti menyenangkan

If you would’ve been the one
Jika kamu adalah orangnya

Konteks di Balik Lagu the 1 dari Taylor Swift

Lagu ini lahir di tengah masa pandemi COVID-19 pada awal 2020, ketika Taylor Swift terpaksa membatalkan tur konsernya dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Selama karantina itu, Taylor banyak menonton film dan membaca buku, yang akhirnya mendorongnya untuk menulis dari sudut pandang karakter fiksi, bukan hanya pengalaman pribadinya sendiri.

Taylor berkolaborasi dengan Aaron Dessner dari band The National secara jarak jauh, saling mengirim file digital karena tidak bisa bertemu langsung.

“the 1” justru menjadi salah satu lagu terakhir yang ditulis untuk album Folklore, bersama “Hoax”, dan diselesaikan hanya beberapa hari sebelum album dirilis.

Menariknya, meski Taylor saat itu sedang menjalani hubungan, ia menegaskan bahwa banyak lagu di Folklore ditulis dari perspektif orang lain atau dari imajinasi murni, bukan selalu cerminan hidupnya sendiri.

Fakta Menarik tentang Lagu the 1

Lagu Ini Ditulis di Menit-Menit Terakhir

"the 1" adalah salah satu dari dua lagu terakhir yang ditulis untuk album Folklore, bersamaan dengan "Hoax". Aaron Dessner bahkan sudah menganggap album selesai sebelum Taylor mengirimkan voice memo berisi lirik lagu ini beberapa hari menjelang rilis.

Judulnya Punya Makna Ganda

Selain bermakna "the one" atau orang yang ditakdirkan, judul "the 1" juga merujuk pada posisinya sebagai lagu pembuka alias track pertama di album Folklore. Sebuah permainan kata yang khas Taylor Swift.

Lagu Ini Sempat Jadi Sinyal Putus Cinta

Ketika kabar putusnya Taylor Swift dan Joe Alwyn beredar pada April 2023, para penggemar langsung mencatat bahwa Taylor mengganti "Invisible String" dengan "the 1" di setlist Eras Tour. Perubahan kecil itu langsung dianggap sebagai konfirmasi tak langsung.

Dibawakan di Long Pond Studio Sessions

Lagu ini tampil dalam dokumenter konser Folklore: The Long Pond Studio Sessions di Disney+, di mana Taylor menyanyikannya secara akustik bersama Aaron Dessner dan Jack Antonoff dalam suasana yang intim dan penuh cerita.

Banyak Artis Besar Membuat Versi Cover-nya

Lagu ini sudah di-cover oleh sejumlah nama besar seperti Coldplay, Counting Crows, Maggie Rogers, dan Tate McRae, yang menunjukkan betapa kuatnya resonansi emosional lagu ini lintas genre dan generasi.