Lagu ini adalah jawaban Taylor Swift untuk orang yang pernah menyakitinya dengan kata kata.
Bukan sekadar amarah, lagu ini juga tentang harapan bahwa suatu hari semuanya akan berubah.
Taylor menulis lagu ini setelah mengalami kritik pedas yang terasa melebihi batas wajar.
Ia tidak hanya menyerang balik, tapi juga menggambarkan rasa sakit yang dirasakan ketika seseorang terus menghancurkan kepercayaan dirimu.
Bagian chorus adalah inti dari lagu ini, yaitu keyakinan bahwa orang yang jahat tidak akan pernah berkembang, sementara kamu terus melangkah maju.
Di verse kedua, Taylor juga menunjukkan sisi yang lebih dalam: rasa ingin merasa baik baik saja lagi.
Lagu ini bukan hanya tentang satu orang, karena pesannya menyentuh siapa saja yang pernah direndahkan, dibully, atau dihina.
Bridge lagu ini sangat tajam, menggambarkan masa depan si pelaku yang kesepian dan tidak didengar siapa pun.
Pada bagian buildup, Taylor tidak lagi menahan diri dan menyebut orang itu secara langsung sebagai pembohong dan sosok yang menyedihkan.
Lagu ini diakhiri dengan pengulangan chorus yang terasa seperti deklarasi kebebasan.
Terjemahan Lirik Lagu Mean dari Taylor Swift
[Verse 1]
You, with your words like knives
Kamu, dengan kata katamu seperti pisau
And swords and weapons that you use against me
Dan pedang serta senjata yang kamu gunakan melawanku
You have knocked me off my feet again
Kamu sudah menjatuhkanku lagi
Got me feeling like I’m nothing
Membuatku merasa seperti bukan siapa siapa
You, with your voice like nails on a chalkboard
Kamu, dengan suaramu seperti kuku di papan tulis
Calling me out when I’m wounded
Menyerangku ketika aku sedang terluka
You, pickin’ on the weaker man
Kamu, memilih si lemah untuk diserang
[Pre-Chorus]
Well, you can take me down
Baiklah, kamu bisa menjatuhkanku
With just one single blow
Hanya dengan satu pukulan saja
But you don’t know what you don’t know
Tapi kamu tidak tahu apa yang tidak kamu tahu
[Chorus]
Someday, I’ll be livin’ in a big ole city
Suatu hari nanti, aku akan hidup di kota besar
And all you’re ever gonna be is mean
Dan kamu hanya akan selalu menjadi orang yang jahat
Someday, I’ll be big enough so you can’t hit me
Suatu hari nanti, aku akan cukup besar sehingga kamu tidak bisa menyakitiku
And all you’re ever gonna be is mean
Dan kamu hanya akan selalu menjadi orang yang jahat
Why you gotta be so mean?
Kenapa kamu harus sejahat itu?
[Verse 2]
You, with your switching sides
Kamu, dengan sikapmu yang berubah ubah
And your wildfire lies and your humiliation
Dan kebohonganmu yang menyebar cepat serta penghinaanmu
You have pointed out my flaws again
Kamu sudah menunjuk kekuranganku lagi
As if I don’t already see them
Seolah aku tidak sudah menyadarinya sendiri
I walk with my head down, trying to block you out
Aku berjalan dengan kepala tertunduk, mencoba mengabaikanmu
‘Cause I’ll never impress you
Karena aku tidak akan pernah bisa mengesankanmu
I just wanna feel okay again
Aku hanya ingin merasa baik baik saja lagi
[Pre-Chorus]
I bet you got pushed around
Aku yakin kamu pernah diintimidasi juga
Somebody made you cold
Ada seseorang yang membuat hatimu dingin
But the cycle ends right now
Tapi siklus ini berakhir sekarang
‘Cause you can’t lead me down that road
Karena kamu tidak bisa membawaku ke jalan itu
And you don’t know what you don’t know
Dan kamu tidak tahu apa yang tidak kamu tahu
[Chorus]
Someday, I’ll be livin’ in a big ole city
Suatu hari nanti, aku akan hidup di kota besar
And all you’re ever gonna be is mean
Dan kamu hanya akan selalu menjadi orang yang jahat
Someday, I’ll be big enough so you can’t hit me
Suatu hari nanti, aku akan cukup besar sehingga kamu tidak bisa menyakitiku
And all you’re ever gonna be is mean
Dan kamu hanya akan selalu menjadi orang yang jahat
Why you gotta be so mean?
Kenapa kamu harus sejahat itu?
[Bridge]
And I can see you years from now in a bar
Dan aku bisa membayangkanmu bertahun tahun dari sekarang di sebuah bar
Talking over a football game
Mengobrol di tengah pertandingan sepak bola
With that same big, loud opinion
Dengan pendapat yang sama, besar dan berisik itu
But nobody’s listening
Tapi tidak ada yang mendengarkan
Washed up and ranting about the same old bitter things
Sudah tenggelam dan terus mengeluh tentang hal hal pahit yang sama
Drunk and grumblin’ on about how I can’t sing
Mabuk dan menggerutu tentang betapa aku tidak bisa bernyanyi
But all you are is mean
Tapi kamu hanyalah orang yang jahat
[Buildup]
All you are is mean
Kamu hanyalah orang yang jahat
And a liar, and pathetic
Dan seorang pembohong, dan menyedihkan
And alone in life, and mean
Dan kesepian dalam hidupmu, dan jahat
And mean, and mean, and mean
Dan jahat, dan jahat, dan jahat
[Chorus]
But someday, I’ll be livin’ in a big ole city
Tapi suatu hari nanti, aku akan hidup di kota besar
And all you’re ever gonna be is mean
Dan kamu hanya akan selalu menjadi orang yang jahat
Yeah, someday, I’ll be big enough so you can’t hit me
Ya, suatu hari nanti, aku akan cukup besar sehingga kamu tidak bisa menyakitiku
And all you’re ever gonna be is mean
Dan kamu hanya akan selalu menjadi orang yang jahat
Why you gotta be so mean?
Kenapa kamu harus sejahat itu?
Someday, I’ll be livin’ in a big ole city
Suatu hari nanti, aku akan hidup di kota besar
(Why you gotta be so mean?)
(Kenapa kamu harus sejahat itu?)
And all you’re ever gonna be is mean
Dan kamu hanya akan selalu menjadi orang yang jahat
(Why you gotta be so mean?)
(Kenapa kamu harus sejahat itu?)
Someday, I’ll be big enough so you can’t hit me
Suatu hari nanti, aku akan cukup besar sehingga kamu tidak bisa menyakitiku
(Why you gotta be so mean?)
(Kenapa kamu harus sejahat itu?)
And all you’re ever gonna be is mean
Dan kamu hanya akan selalu menjadi orang yang jahat
Why you gotta be so mean?
Kenapa kamu harus sejahat itu?
Konteks di Balik Lagu Mean dari Taylor Swift
Lagu ini lahir dari pengalaman nyata Taylor Swift setelah ia tampil bersama Stevie Nicks di Grammy Awards 2010 dan menuai kritik keras soal kemampuan vokalnya.
Salah satu kritikus yang paling keras menyerang Taylor saat itu dikenal luas sebagai seorang penulis kolom musik yang sudah lama mengikuti kariernya namun tiba tiba berbalik arah dan melontarkan serangan tajam.
Taylor menyatakan bahwa ia bisa menerima kritik yang membangun, tapi ada perbedaan besar antara kritik profesional dan serangan yang hanya bertujuan menyakiti.
Ia menulis lagu ini sendiri dan memasukkannya ke dalam album Speak Now, yang memang seluruhnya ditulis sendiri oleh Taylor tanpa kolaborasi penulis lagu lain.
Album Speak Now dirilis pada Oktober 2010 dan langsung terjual lebih dari satu juta kopi dalam minggu pertama.
Lagu Mean dirilis sebagai single ketiga dari album tersebut pada Maret 2011 dan langsung mendapat sambutan hangat di radio country Amerika.
Pesan lagu ini juga diperluas oleh video musiknya yang menggambarkan berbagai kisah bullying di sekolah, sehingga resonansinya terasa jauh lebih luas dari sekadar soal kritik musik.
Taylor kemudian membawakan lagu ini di Grammy Awards 2012 dan mengubah satu baris liriknya menjadi bukti nyata bahwa ramalannya di lagu ini menjadi kenyataan.