Lagu ini bercerita tentang hubungan yang sudah gagal bahkan sebelum benar-benar dimulai.
Taylor Swift tidak menyembunyikan bahwa dirinya menggunakan seseorang sebagai pelarian dari hubungan lain yang sudah tidak berjalan.
Sejak baris pertama, nada lagu ini sudah memperingatkan: tidak ada yang baik lahir dari sebuah getaway car.
Getaway car di sini bukan kendaraan sungguhan, melainkan simbol dari keputusan terburu-buru yang dibuat saat seseorang ingin melarikan diri dari situasi yang menyesakkan.
Taylor menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang tahu hubungan ini tidak akan bertahan lama, tapi tetap melanjutkannya.
Lirik “I knew it from the first Old Fashioned, we were cursed” menunjukkan bahwa tanda-tanda kehancuran itu sudah terasa sejak awal.
Lagu ini juga menggambarkan segitiga asmara dengan sangat blak-blakan: ada mantan yang ditinggal, ada orang baru yang diajak kabur, dan semuanya berakhir kacau.
Taylor bahkan mengaku bahwa dirinya adalah orang yang paling duluan pergi, bukan korban dari situasi itu.
Di bagian bridge, ia menyebut dirinya dan pasangan barunya seperti Bonnie dan Clyde sampai ia memilih berpihak ke sisi lain.
Lagu ini adalah pengakuan jujur bahwa rebound relationship tidak pernah menjadi solusi, ia hanya menunda masalah dengan cara yang lebih dramatis.
Terjemahan Lirik Lagu Getaway Car dari Taylor Swift
[Intro]
No, nothin’ good starts in a getaway car
Tidak, tidak ada yang baik dimulai dari sebuah mobil kabur
[Verse 1]
It was the best of times, the worst of crimes
Itu adalah masa terbaik, sekaligus kejahatan terburuk
I struck a match and blew your mind
Aku menyalakan korek dan membuatmu terpesona
But I didn’t mean it and you didn’t see it
Tapi aku tidak sungguh-sungguh dan kamu tidak melihatnya
The ties were black, the lies were white
Dasi-dasinya hitam, kebohongannya putih
In shades of gray in candlelight
Dalam nuansa abu-abu di bawah cahaya lilin
I wanted to leave him, I needed a reason
Aku ingin meninggalkannya, aku butuh alasan
[Pre-Chorus]
“X” marks the spot where we fell apart
Tanda “X” menandai titik di mana kita hancur
He poisoned the well, I was lyin’ to myself
Dia meracuni segalanya, aku berbohong pada diriku sendiri
I knew it from the first Old Fashioned, we were cursed
Aku tahu dari pertama kali minum Old Fashioned, kita sudah terkutuk
We never had a shotgun shot in the dark (Oh)
Kita tidak pernah punya peluang sama sekali di kegelapan ini
[Chorus]
You were drivin’ the getaway car
Kamu yang menyetir mobil kabur itu
We were flyin’, but we’d never get far
Kita melaju kencang, tapi tidak akan pernah jauh
Don’t pretend it’s such a mystery
Jangan berpura-pura ini sebuah misteri
Think about the place where you first met me
Pikirkan tempat di mana kamu pertama kali bertemu denganku
Ridin’ in a getaway car
Menumpang di dalam mobil kabur
There were sirens in the beat of your heart
Ada sirene dalam detak jantungmu
Shoulda known I’d be the first to leave
Seharusnya kamu tahu aku yang akan pergi duluan
Think about the place where you first met me
Pikirkan tempat di mana kamu pertama kali bertemu denganku
[Post-Chorus]
In a getaway car (Oh-oh-oh)
Di dalam mobil kabur
No, they never get far (Oh-oh-ah)
Tidak, mereka tidak pernah pergi jauh
No, nothin’ good starts in a getaway car
Tidak, tidak ada yang baik dimulai dari sebuah mobil kabur
[Verse 2]
It was the great escape, the prison break
Itu adalah pelarian besar, kabur dari penjara
The light of freedom on my face
Cahaya kebebasan menyinari wajahku
But you weren’t thinkin’ and I was just drinkin’
Tapi kamu tidak berpikir dan aku hanya mabuk-mabukan
While he was runnin’ after us, I was screamin’, “Go, go, go”
Sementara dia mengejar kami, aku berteriak “Pergi, pergi, pergi”
But with three of us, honey, it’s a sideshow
Tapi dengan bertiga, sayang, ini jadi pertunjukan sampingan
And a circus ain’t a love story and now we’re both sorry (We’re both sorry)
Dan sirkus bukanlah kisah cinta dan sekarang kita sama-sama menyesal
[Pre-Chorus]
“X” marks the spot where we fell apart
Tanda “X” menandai titik di mana kita hancur
He poisoned the well, every man for himself
Dia meracuni segalanya, masing-masing untuk dirinya sendiri
I knew it from the first Old Fashioned, we were cursed
Aku tahu dari pertama kali minum Old Fashioned, kita sudah terkutuk
It hit you like a shotgun shot to the heart (Oh)
Itu menghantammu seperti tembakan senapan tepat di jantung
[Bridge]
We were jet-set, Bonnie and Clyde (Oh-oh)
Kita adalah pasangan glamor, seperti Bonnie dan Clyde
Until I switched to the other side, to the other side
Sampai aku berpindah ke sisi lain, ke sisi lain
It’s no surprise I turned you in (Oh-oh)
Tidak mengherankan aku menyerahkanmu
‘Cause us traitors never win
Karena pengkhianat seperti kita tidak pernah menang
[Breakdown]
I’m in a getaway car
Aku ada di dalam mobil kabur
I left you in a motel bar
Aku meninggalkanmu di bar motel
Put the money in a bag and I stole the keys
Memasukkan uang ke dalam tas dan aku mencuri kuncinya
That was the last time you ever saw me (Oh)
Itu adalah terakhir kalinya kamu melihatku
[Outro]
I was ridin’ in a getaway car
Aku menumpang di dalam mobil kabur
I was cryin’ in a getaway car
Aku menangis di dalam mobil kabur
I was dyin’ in a getaway car
Aku sekarat di dalam mobil kabur
Said goodbye in a getaway car
Mengucapkan selamat tinggal di dalam mobil kabur
Konteks di Balik Lagu Getaway Car dari Taylor Swift
Lagu ini ditulis oleh Taylor Swift bersama Jack Antonoff dan masuk dalam album Reputation yang dirilis pada November 2017.
Hampir semua penggemar dan pengamat sepakat bahwa lagu ini terinspirasi dari kisah nyata yang melibatkan Taylor Swift, mantan pacarnya Calvin Harris, dan aktor Tom Hiddleston.
Taylor dan Calvin Harris menjalani hubungan selama lebih dari setahun sebelum akhirnya berpisah pada Juni 2016.
Hanya beberapa minggu setelah perpisahan itu, Taylor terlihat bersama Tom Hiddleston di Rhode Island, dan keduanya menjadi sorotan media di seluruh dunia sepanjang musim panas 2016.
Banyak yang percaya bahwa pertemuan pertama Taylor dan Hiddleston terjadi di ajang Met Gala 2016, sebuah pesta mewah bertema hitam-putih, yang sesuai dengan lirik “the ties were black, the lies were white.”
Calvin Harris tidak diam setelah perpisahan itu dan sempat membuat beberapa cuitan pedas di media sosial yang menyita perhatian publik, persis seperti gambaran “circus” dan “sideshow” dalam lagu ini.
Proses penulisan lagu ini terekam secara tidak sengaja lewat video iPhone milik Taylor, dan cuplikan momen itu kemudian muncul dalam dokumenter Miss Americana (2020).
Jack Antonoff pernah menceritakan bahwa momen rekaman itu terasa sangat magis dan spontan karena kamera tidak pernah ada di studio mereka sebelumnya.
Hubungan Taylor dan Hiddleston berakhir hanya dalam beberapa bulan, dan lagu ini menjadi cara Taylor merangkum bahwa hubungan yang lahir dari pelarian tidak pernah bisa bertahan.