Makna Lagu Sekali Lagi - Sheila on 7

Artis

Sheila on 7

Album

Jalan Terus

Tahun

2005

Genre

Pop Rock

Negara

Indonesia

Opini Redaksi

Lagu “Sekali Lagi” bukan sekadar lagu patah hati biasa.

Di balik melodinya yang tenang, ada seseorang yang sedang berjuang merelakan orang yang pernah sangat ia cintai.

Lagu ini membawa pendengar ke dua momen berbeda: masa saat cinta itu masih ada, dan masa ketika semuanya sudah berubah.

Verse pertama menggambarkan kenangan manis, saat sang tokoh menjemput kekasihnya di bangku taman sambil menunggu dengan sabar.

Tapi verse kedua langsung membalik suasana, kini ia berjalan sendirian menelusuri malam yang sama tanpa siapa pun di sisinya.

Yang membuat lagu ini terasa berat adalah kalimat “semakin berat hatimu untuk aku lupakan”, sebuah pengakuan jujur bahwa melupakan jauh lebih susah dari yang dibayangkan.

Pre-chorus membawa kejujuran yang dalam, sang tokoh tidak menyangka hidupnya bisa terasa sepedih ini.

Tapi Sheila On 7 tidak membiarkan lagu ini tenggelam dalam kesedihan.

Chorus menjadi titik balik, di mana luka tidak dijadikan alasan untuk berhenti berharap.

Pesan akhirnya sederhana tapi kuat: hidup terus berputar, dan di setiap putarannya selalu ada kemungkinan harapan datang sekali lagi.

Arti Lirik Lagu Sekali Lagi dari Sheila On 7

[Verse 1]

Waktu itu pukul 7 malam, aku datang menjemputmu

Di bangku taman aku menunggu hingga kau selesai berdandan

Kita telurusi jejak-jejak malam yang bertabur bintang

Semakin berat hatimu untuk aku lepaskan

Bait pertama ini membangun suasana kenangan yang sangat spesifik, pukul 7 malam, bangku taman, dan waktu menunggu yang penuh kasih sayang.

Detail “menunggu hingga kau selesai berdandan” menunjukkan betapa besar kesabaran dan rasa sayang sang tokoh pada saat itu.

Frasa “semakin berat hatimu untuk aku lepaskan” mengisyaratkan bahwa hubungan ini berakhir bukan karena tak ada cinta, melainkan karena keadaan yang berubah.

[Verse 2]

Tapi kini keadaan hidupku telah jauh berbeda

Tak ada lagi hati yang aku tunggu ‘tuk selesai berdandan

Aku telurusi jejak-jejak malam yang bertabur bintang

Semakin berat hatimu untuk aku lupakan

Verse kedua ini menjadi cermin dari verse pertama, struktur liriknya hampir sama tapi maknanya berbalik total.

Kalimat “tak ada lagi hati yang aku tunggu” menegaskan bahwa kini ia sendirian, menelusuri jalan yang sama namun dengan perasaan yang berbeda.

Perubahan dari “lepaskan” ke “lupakan” adalah inti dari lagu ini, melepas memang berat, tapi melupakan ternyata jauh lebih berat lagi.

[Pre-Chorus]

Tak pernah aku menyangka

Sejauh ini aku melangkah

Tak pernah aku menyangka

Sedalam ini aku terluka

Bagian ini adalah pengakuan paling jujur dalam lagu ini.

Sang tokoh tidak menyangka bahwa rasa sakit dari perpisahan ini bisa sebesar dan sedalam ini.

Ada rasa terkejut pada diri sendiri, bukan pada orang lain, dan itu yang membuat pre-chorus ini terasa sangat manusiawi.

[Chorus]

Jika hidup terus berputar

Biarlah berputar

Akan ada harapan sekali lagi

Seperti dulu

Chorus ini adalah puncak emosi sekaligus titik balik lagu.

Kalimat “biarlah berputar” bukan bentuk menyerah, melainkan bentuk penerimaan yang dewasa bahwa perubahan adalah bagian dari hidup.

Harapan “sekali lagi, seperti dulu” menunjukkan bahwa sang tokoh masih percaya kebahagiaan itu bisa datang kembali, entah dengan orang yang sama atau dengan cara yang berbeda.

[Outro]

Karena hidup harus berputar

Biarlah berputar

Akan ada harapan sekali lagi

Seperti dulu

Sekali lagi, seperti dulu

Sekali lagi

Outro mengubah kata “jika” menjadi “karena”, dan perubahan satu kata ini sangat bermakna.

Dari sebuah kemungkinan, kini menjadi sebuah kepastian bahwa hidup memang harus terus berputar.

Pengulangan “sekali lagi” di akhir terasa seperti doa kecil yang diucapkan pelan, penuh keyakinan bahwa masa yang lebih baik pasti akan datang.

Konteks di Balik Lagu Sekali Lagi dari Sheila On 7

“Sekali Lagi” lahir sebagai salah satu lagu baru dalam album kompilasi Sheila On 7 yang dirilis pada 24 Juni 2005.

Album tersebut berjudul Jalan Terus: The Very Best of Sheila On 7 dan berisi 14 lagu dengan tiga lagu baru, salah satunya adalah “Sekali Lagi”.

Lagu ini ditulis sepenuhnya oleh Eross Candra, gitaris utama sekaligus komposer andalan Sheila On 7.

Pada periode pengerjaan album ini, formasi Sheila On 7 hanya tinggal empat orang setelah drummer Anton Widiastanto hengkang pada 2004.

Posisi drum kemudian diisi oleh Brian Kresna Putro sebagai pemain tambahan, yang kemudian menjadi drummer tetap sejak album berikutnya.

Tak lama setelah album Jalan Terus rilis, gitaris Sakti juga memutuskan keluar dari band untuk melanjutkan studinya di Pakistan.

Jadi “Sekali Lagi” lahir di tengah masa transisi penting dalam perjalanan Sheila On 7 sebagai band.

Eross dikenal konsisten menulis lagu dengan pendekatan yang simpel, melodius, dan mudah diingat, dan “Sekali Lagi” adalah contoh sempurna dari gaya penulisannya itu.

Di tahun 2025, lagu ini kembali mendapat perhatian luas setelah viral di TikTok, terutama dipakai sebagai latar konten bertema perpisahan dan refleksi diri.

Fakta Menarik tentang Lagu Sekali Lagi

Lagu Baru dalam Album Terbaik

"Sekali Lagi" adalah salah satu dari hanya tiga lagu baru yang dimasukkan dalam album kompilasi Jalan Terus (2005), bersama "Bertahan Di Sana" dan "Jalan Terus". Dua dari tiga lagu baru itu, termasuk "Sekali Lagi", merupakan ciptaan Eross Candra.

Lirik yang Viral 20 Tahun Kemudian

Meski dirilis tahun 2005, lagu ini kembali ramai di TikTok pada 2025 dan masuk FYP banyak pengguna. Baris "Sedalam ini aku terluka" dan bagian reff-nya menjadi pilihan favorit untuk konten galau dan reflektif di kalangan generasi muda.

Eross Candra Menulis Sendirian

Tidak semua lagu Sheila On 7 ditulis oleh satu orang, namun "Sekali Lagi" adalah karya murni Eross Candra tanpa kolaborasi. Ini membuktikan kemampuannya sebagai penulis lagu solo yang hasilnya tetap terasa personal dan universal pada saat yang bersamaan.

Sheila On 7 Dijuluki Band 1 Juta Kopi

Sheila On 7 adalah band Indonesia pertama yang memiliki tiga album berturut-turut dengan penjualan lebih dari satu juta kopi. Julukan "Band 1 Juta Kopi" ini menjadi penanda betapa besar pengaruh mereka dalam sejarah musik pop Indonesia.