Lagu “Sekali Lagi” bukan sekadar lagu patah hati biasa.
Di balik melodinya yang tenang, ada seseorang yang sedang berjuang merelakan orang yang pernah sangat ia cintai.
Lagu ini membawa pendengar ke dua momen berbeda: masa saat cinta itu masih ada, dan masa ketika semuanya sudah berubah.
Verse pertama menggambarkan kenangan manis, saat sang tokoh menjemput kekasihnya di bangku taman sambil menunggu dengan sabar.
Tapi verse kedua langsung membalik suasana, kini ia berjalan sendirian menelusuri malam yang sama tanpa siapa pun di sisinya.
Yang membuat lagu ini terasa berat adalah kalimat “semakin berat hatimu untuk aku lupakan”, sebuah pengakuan jujur bahwa melupakan jauh lebih susah dari yang dibayangkan.
Pre-chorus membawa kejujuran yang dalam, sang tokoh tidak menyangka hidupnya bisa terasa sepedih ini.
Tapi Sheila On 7 tidak membiarkan lagu ini tenggelam dalam kesedihan.
Chorus menjadi titik balik, di mana luka tidak dijadikan alasan untuk berhenti berharap.
Pesan akhirnya sederhana tapi kuat: hidup terus berputar, dan di setiap putarannya selalu ada kemungkinan harapan datang sekali lagi.
Arti Lirik Lagu Sekali Lagi dari Sheila On 7
[Verse 1]
Waktu itu pukul 7 malam, aku datang menjemputmu
Di bangku taman aku menunggu hingga kau selesai berdandan
Kita telurusi jejak-jejak malam yang bertabur bintang
Semakin berat hatimu untuk aku lepaskan
Bait pertama ini membangun suasana kenangan yang sangat spesifik, pukul 7 malam, bangku taman, dan waktu menunggu yang penuh kasih sayang.
Detail “menunggu hingga kau selesai berdandan” menunjukkan betapa besar kesabaran dan rasa sayang sang tokoh pada saat itu.
Frasa “semakin berat hatimu untuk aku lepaskan” mengisyaratkan bahwa hubungan ini berakhir bukan karena tak ada cinta, melainkan karena keadaan yang berubah.
[Verse 2]
Tapi kini keadaan hidupku telah jauh berbeda
Tak ada lagi hati yang aku tunggu ‘tuk selesai berdandan
Aku telurusi jejak-jejak malam yang bertabur bintang
Semakin berat hatimu untuk aku lupakan
Verse kedua ini menjadi cermin dari verse pertama, struktur liriknya hampir sama tapi maknanya berbalik total.
Kalimat “tak ada lagi hati yang aku tunggu” menegaskan bahwa kini ia sendirian, menelusuri jalan yang sama namun dengan perasaan yang berbeda.
Perubahan dari “lepaskan” ke “lupakan” adalah inti dari lagu ini, melepas memang berat, tapi melupakan ternyata jauh lebih berat lagi.
[Pre-Chorus]
Tak pernah aku menyangka
Sejauh ini aku melangkah
Tak pernah aku menyangka
Sedalam ini aku terluka
Bagian ini adalah pengakuan paling jujur dalam lagu ini.
Sang tokoh tidak menyangka bahwa rasa sakit dari perpisahan ini bisa sebesar dan sedalam ini.
Ada rasa terkejut pada diri sendiri, bukan pada orang lain, dan itu yang membuat pre-chorus ini terasa sangat manusiawi.
[Chorus]
Jika hidup terus berputar
Biarlah berputar
Akan ada harapan sekali lagi
Seperti dulu
Chorus ini adalah puncak emosi sekaligus titik balik lagu.
Kalimat “biarlah berputar” bukan bentuk menyerah, melainkan bentuk penerimaan yang dewasa bahwa perubahan adalah bagian dari hidup.
Harapan “sekali lagi, seperti dulu” menunjukkan bahwa sang tokoh masih percaya kebahagiaan itu bisa datang kembali, entah dengan orang yang sama atau dengan cara yang berbeda.
[Outro]
Karena hidup harus berputar
Biarlah berputar
Akan ada harapan sekali lagi
Seperti dulu
Sekali lagi, seperti dulu
Sekali lagi
Outro mengubah kata “jika” menjadi “karena”, dan perubahan satu kata ini sangat bermakna.
Dari sebuah kemungkinan, kini menjadi sebuah kepastian bahwa hidup memang harus terus berputar.
Pengulangan “sekali lagi” di akhir terasa seperti doa kecil yang diucapkan pelan, penuh keyakinan bahwa masa yang lebih baik pasti akan datang.
Konteks di Balik Lagu Sekali Lagi dari Sheila On 7
“Sekali Lagi” lahir sebagai salah satu lagu baru dalam album kompilasi Sheila On 7 yang dirilis pada 24 Juni 2005.
Album tersebut berjudul Jalan Terus: The Very Best of Sheila On 7 dan berisi 14 lagu dengan tiga lagu baru, salah satunya adalah “Sekali Lagi”.
Lagu ini ditulis sepenuhnya oleh Eross Candra, gitaris utama sekaligus komposer andalan Sheila On 7.
Pada periode pengerjaan album ini, formasi Sheila On 7 hanya tinggal empat orang setelah drummer Anton Widiastanto hengkang pada 2004.
Posisi drum kemudian diisi oleh Brian Kresna Putro sebagai pemain tambahan, yang kemudian menjadi drummer tetap sejak album berikutnya.
Tak lama setelah album Jalan Terus rilis, gitaris Sakti juga memutuskan keluar dari band untuk melanjutkan studinya di Pakistan.
Jadi “Sekali Lagi” lahir di tengah masa transisi penting dalam perjalanan Sheila On 7 sebagai band.
Eross dikenal konsisten menulis lagu dengan pendekatan yang simpel, melodius, dan mudah diingat, dan “Sekali Lagi” adalah contoh sempurna dari gaya penulisannya itu.
Di tahun 2025, lagu ini kembali mendapat perhatian luas setelah viral di TikTok, terutama dipakai sebagai latar konten bertema perpisahan dan refleksi diri.