Lagu “Kids” dari Hindia bukan sekadar lagu tentang kucing peliharaan.
Di balik liriknya yang sederhana, tersimpan perasaan bersalah yang berat dari seseorang yang memilih mengejar karier jauh dari rumah.
Hindia, nama panggung dari Baskara Putra, menuliskan pengalaman pribadinya sendiri dalam lagu ini.
Ia menuangkan kerinduan pada dua kucing kesayangannya, Mimi dan Betty, yang telah berpulang sebelum lagu ini selesai dibuat.
Kata “kids” dalam judul bukan sekadar kiasan, karena bagi Hindia, Mimi dan Betty memang seperti anak-anaknya sendiri.
Lagu ini mengajak pendengar untuk bertanya: apakah ambisi yang kita kejar benar-benar sepadan dengan waktu yang kita korbankan?
Perasaan bersalah itu hadir dengan jujur, terutama dalam baris yang menyebutkan betapa ia takut tidak memberikan cukup waktu untuk mereka.
Ada kesadaran pahit bahwa sepanjang hidup Mimi dan Betty, hanya Hindia satu-satunya yang mereka miliki.
Bagian bridge membawa dimensi yang lebih dalam, yakni kesadaran bahwa perpisahan adalah hal yang pasti, bahkan ketika kita merasa belum siap.
Lagu ini diakhiri dengan keinginan paling sederhana sekaligus paling tulus: pulang, dan berada di sisi mereka yang kita cintai.
Arti Lirik Lagu Kids dari Hindia
[Verse 1]
Pagi ini sumpah kukira kucingku bangunkanku dengan kukunya
Hati sedih saat kusadar diriku sendirian di luar kota
Bait pembuka ini menggambarkan momen saat kebiasaan sehari-hari tiba-tiba mengingatkan seseorang pada yang sudah tiada.
Hindia terbangun dan sejenak mengira kucingnya masih ada, sebelum kenyataan menyergapnya kembali.
Kesedihan di sini bukan dramatis, melainkan sunyi dan personal, seperti duka yang datang pelan-pelan di pagi hari.
[Pre-Chorus]
Far far away from my responsibility of feeding them all on time
Right now so close I know I’m getting what I want, I think I need some more dimes
Jarak jauh dari tanggung jawab memberi makan mereka tepat waktu.
Sekarang aku begitu dekat dengan yang kuinginkan, kurasa aku butuh lebih banyak uang.
Bait ini memperlihatkan kontradiksi yang menyakitkan: semakin dekat dengan kesuksesan, semakin jauh dari rumah.
Hindia mengakui bahwa ia sedang mengejar sesuatu, namun di saat bersamaan menyadari ada hal lain yang tertinggal.
[Verse 2]
Dan kadang ku takut kurang luangkan waktu di rumah ‘tuk Mimi dan Betty
Terlambat sadar bahwa sepanjang hidup mereka hanya punya diriku
Baris ini adalah inti dari rasa bersalah yang Hindia rasakan.
Ia menyadari, mungkin terlambat, bahwa ia adalah satu-satunya dunia yang dimiliki kedua kucingnya.
Kesadaran itu berat karena tidak ada yang bisa menggantinya di mata Mimi dan Betty.
[Pre-Chorus]
Or maybe I made one too many mistakes, just wanna feel their purr one last time
Always I hope that I did them okay and gave them enough love in their lives
Atau mungkin aku sudah membuat terlalu banyak kesalahan, hanya ingin merasakan dengkuran mereka sekali lagi.
Aku selalu berharap sudah memperlakukan mereka dengan baik dan memberikan cinta yang cukup dalam hidup mereka.
Bagian ini adalah puncak kerinduan, sekaligus doa dari seseorang yang tidak tahu apakah dirinya sudah cukup baik.
Harapan itu sederhana, namun terasa sangat berat saat diucapkan oleh seseorang yang tahu jawaban mungkin tidak akan pernah ia dapatkan.
[Chorus]
No I got no answer, I just can’t decide
Tak punya jawaban, I just can’t decide
Whether I really care about making it big or if I really just wanna hop on that plane and go home
Be home with my cats, be home with my kids
Tidak, aku tidak punya jawaban, aku tidak bisa memutuskan.
Apakah aku benar-benar peduli untuk sukses besar, atau sebenarnya aku hanya ingin naik pesawat dan pulang ke rumah.
Chorus ini adalah inti dari seluruh lagu, sebuah kebimbangan yang tidak memiliki jawaban mudah.
Pengulangan “I just can’t decide” bukan tanda kelemahan, melainkan kejujuran bahwa beberapa pilihan dalam hidup memang tidak pernah benar-benar selesai.
[Bridge]
It was difficult, it’s inevitable
Certain all my life I’d find a way to just not talk about it
Andai kamu ada selamanya, takkan siap hadapi harinya
Dan saat tiba waktuku juga, ‘kan kupanggil kau di atas sana
Itu sulit, itu tidak terhindarkan.
Sepanjang hidupku, aku selalu menemukan cara untuk tidak membicarakannya.
Andai kamu ada selamanya, aku pun tidak akan pernah siap menghadapi hari kepergianmu.
Dan saat tiba waktuku juga, akan kupanggil kamu di atas sana.
Bridge ini adalah bagian paling emosional dalam keseluruhan lagu.
Hindia mengakui bahwa kehilangan adalah sesuatu yang selalu ia hindari untuk dibicarakan, sebuah mekanisme bertahan yang sangat manusiawi.
Baris terakhir membawa nuansa spiritual, sebuah janji untuk bertemu kembali, yang membuat lagu ini terasa seperti surat cinta terakhir.
Konteks di Balik Lagu Kids dari Hindia
Lagu “Kids” dirilis pada 24 Februari 2025 sebagai bagian dari mixtape Hindia berjudul Doves, ’25 on Blank Canvas yang memuat 16 lagu sekaligus.
Mixtape ini lahir dari keresahan Hindia terhadap banyak hal yang ia alami dan amati di penghujung tahun 2024, mulai dari isu sosial hingga kehilangan pribadi.
“Kids” merupakan bagian dari trilogi lagu yang Hindia dedikasikan khusus untuk dua kucing kesayangannya, bersama dengan “(mimi)” dan “betty”.
Mimi dan Betty adalah dua kucing peliharaan Baskara Putra yang berpulang dalam waktu yang berdekatan, meninggalkan duka yang nyata baginya.
Lagu ini ditulis bersama Hasief Ardiasyah, Kusuma Widhiana, dan Pradipta Beawiharta, menunjukkan bahwa proses berkarya ini adalah kerja kolektif yang penuh perasaan.
Fakta bahwa lagu “betty” dibuat tanpa rencana sebelumnya semakin memperkuat betapa kepergian kucing-kucingnya benar-benar memukul Hindia secara mendalam.
Mixtape ini juga memuat lagu-lagu tentang isu kemanusiaan di Indonesia, menjadikan “Kids” sebagai momen jeda yang sangat personal di tengah karya-karya yang lebih politis.
Seluruh 16 lagu dalam mixtape ini tersedia di YouTube dengan visual hitam putih yang memperkuat suasana reflektif dan melankolis dari keseluruhan proyek.