Makna Lagu Apapun yang Terjadi - Hindia

Artis

Hindia

Album

Menari dengan Bayangan

Tahun

2019

Genre

Alternative / Indie Pop

Negara

Indonesia

Opini Redaksi

Lagu ini bercerita tentang kenangan sebuah hubungan yang sudah berakhir, tapi tidak perlu disesali.

Hindia menggambarkan rutinitas sederhana yang pernah dijalani bersama, dari alarm pagi sampai makan malam di Gandaria City, sebagai pengingat bahwa hal kecil pun bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti.

Di bagian pre-chorus, mulai muncul retakan dalam hubungan itu.

Sering berpisah di akhir pekan dan sibuk dengan dunia masing-masing membuat keduanya mulai mempertanyakan siapa yang salah dan siapa yang benar.

Tapi Hindia tidak berhenti di sana.

Chorus justru jadi titik balik yang paling kuat, di mana ia menegaskan bahwa meski hubungan itu sudah usai, semua yang pernah terjadi tetap abadi di ingatan.

Di verse kedua, ada gambaran kehidupan alternatif yang sempat dibayangkan bersama, seperti punya anjing corgi bernama Gimli dan mengantar anak ke sekolah setiap pagi.

Ini bukan tentang penyesalan, tapi tentang menghargai apa yang pernah ada.

Bridge-nya adalah bagian yang paling intim, di mana Hindia mengaku masih ingat detail kecil tentang sang mantan, ukuran sepatunya, pantangannya, dan pola dietnya.

Lagu ini mengajarkan bahwa move on bukan berarti melupakan segalanya, tapi berdamai dengan masa lalu dan bersyukur pernah mengalaminya.

Arti Lirik Lagu Apapun yang Terjadi dari Hindia

[Verse 1: Hindia]

Alarm jam delapan pagi

Kar’na jam sepuluh kau isi absensi

Kau bangunkan aku s’tiap hari

Rute yang sama, ulangi lagi

Makan malam bersama di Gancy

Hanya bersama di lima hari

Bait pertama ini menggambarkan rutinitas sehari-hari yang terbentuk dalam sebuah hubungan.

“Gancy” mengacu pada Gandaria City, sebuah mal di Jakarta Selatan yang menjadi tempat makan malam bersama.

Frasa “hanya bersama di lima hari” menyiratkan bahwa waktu berdua sudah terasa terbatas sejak awal.

[Pre-Chorus: Hindia & Natasha Udu]

Sering berpisah di akhir pekan

Kau dengan teman-teman

Aku bermain peran

Mulai mempertanyakan

Siapa yang salah benar

Pre-chorus ini menangkap momen ketika hubungan mulai terasa tidak seimbang.

“Aku bermain peran” menggambarkan perasaan seseorang yang harus berpura-pura baik-baik saja padahal di dalam hati mulai bertanya-tanya.

Pertanyaan “siapa yang salah benar” bukan tuduhan, tapi lebih ke kebingungan yang jujur.

[Chorus: Hindia & Natasha Udu]

Dulu bersama berburu properti

Dulu antar jemput sekarang pulang sendiri

Di kehidupan kita singgah dan pergi

Apa pun yang terjadi, kita abadi

Di masa lalu, di dalam buku

Dalam sejarah, kita masih indah

Walau parau perih di lagu yang lain

Di melodi ini bersyukur pernah terjadi

“Berburu properti” menggambarkan impian bersama yang pernah direncanakan, bisa berupa rumah atau sekadar barang-barang yang dibeli berdua.

Kontras antara “dulu antar jemput” dan “sekarang pulang sendiri” memperlihatkan perubahan yang paling terasa setelah sebuah hubungan berakhir.

Kalimat “kita abadi” bukan klaim bahwa hubungan itu masih ada, tapi bahwa kenangan tentangnya tidak akan hilang.

“Di melodi ini bersyukur pernah terjadi” adalah puncak emosional dari lagu ini, yaitu sebuah ungkapan syukur yang tulus atas semua yang pernah dialami bersama.

[Verse 2: Hindia]

Taman yang luas, seekor corgi

Kita beri nama Gimli

Kuantar jemput anak setiap pagi

Di kehidupan yang lain

Verse kedua ini adalah gambaran kehidupan yang pernah dibayangkan bersama tapi tidak pernah terwujud.

“Gimli” adalah nama yang pernah disepakati untuk seekor anjing corgi, sebuah detail kecil yang justru terasa sangat personal.

Frasa “di kehidupan yang lain” menegaskan bahwa ini adalah impian yang tinggal menjadi impian.

[Bridge: Natasha Udu & Hindia]

Ukuran sepatumu, pantangan dan dietmu

Masih berguna di masa lalu

Ukuran sepatumu, pantangan dan dietmu

Masih berguna di masa lalu

Bridge ini adalah bagian paling detail dan paling intim dalam lagu.

Mengingat ukuran sepatu dan pola diet seseorang adalah bentuk perhatian kecil yang tanpa sadar kita simpan bertahun-tahun setelah hubungan berakhir.

Kalimat “masih berguna di masa lalu” tidak terdengar pahit, justru terdengar seperti ucapan terima kasih yang tulus atas semua yang pernah diketahui dan dirasakan bersama.

[Outro: Hindia & Natasha Udu]

Ukuran sepatumu, pantangan dan dietmu

Masih berguna di masa lalu

Ukuran sepatumu, pantangan dan dietmu

Masih berguna di masa lalu

Outro ini mengulangi bridge dengan cara yang terasa seperti gumaman setelah semua cerita selesai disampaikan.

Pengulangan ini justru memperkuat kesan bahwa kenangan kecil itu benar-benar melekat dan tidak mudah pergi.

Konteks di Balik Lagu Apapun yang Terjadi dari Hindia

“Apapun yang Terjadi” dirilis pada 22 November 2019 sebagai single terakhir sebelum album debut Hindia, Menari dengan Bayangan, keluar pada 29 November 2019.

Lagu ini lahir dari sebuah cuitan di Twitter pada 4 November 2019, di mana Hindia meminta para pengikutnya untuk berbagi cerita pahit tentang hubungan percintaan mereka beserta foto barang-barang peninggalan mantan.

Lebih dari 2.000 balasan masuk, dan Hindia merangkum semua pengalaman itu menjadi lirik yang terasa universal.

Music video lagu ini pun dibuat menggunakan kompilasi cerita nyata dari para pengikutnya tersebut, lengkap dengan catatan reaksi Hindia atas masing-masing kisah.

Natasha Udu, anggota Lomba Sihir, dipilih sebagai kolaborator dalam lagu ini dan membawa dimensi suara yang lebih lembut dan emosional.

Album Menari dengan Bayangan sendiri adalah wadah di mana Hindia mengangkat sisi manusiawinya yang paling jujur, dari rasa lelah, kecemasan, sampai kemampuan untuk bersyukur atas hal-hal yang sudah berlalu.

Lagu ini berada di posisi ke-10 dalam album tersebut, dan menjadi salah satu nomor yang paling banyak dikaitkan oleh pendengarnya dengan pengalaman cinta mereka sendiri.

Fakta Menarik tentang Lagu Apapun yang Terjadi

Lahir dari Twitter

Lagu ini tidak bermula dari studio rekaman, tapi dari sebuah cuitan. Hindia meminta followersnya berbagi foto barang mantan beserta ceritanya, dan lebih dari 2.000 orang merespons. Semua kisah itu kemudian dirangkum menjadi lirik "Apapun yang Terjadi".

Music Video Berbasis Kisah Nyata

Video musik lagu ini dibuat menggunakan kompilasi barang-barang dari mantan yang dikirim oleh para pengikut Hindia di Twitter. Setiap barang hadir dengan catatan latar belakang dan reaksi Hindia sendiri, menjadikan video ini terasa seperti arsip kenangan kolektif.

Gimli Si Corgi yang Tidak Pernah Ada

Nama "Gimli" dalam verse kedua merujuk pada anjing corgi yang pernah dibayangkan akan dipelihara bersama. Detail ini menjadi salah satu bagian paling mengena karena menggambarkan betapa spesifiknya sebuah impian yang akhirnya tidak terwujud.

Single Terakhir Sebelum Album Debut

"Apapun yang Terjadi" adalah single pemanasan terakhir sebelum Hindia merilis album perdananya, Menari dengan Bayangan. Album ini juga menjadi salah satu album indie Indonesia yang paling diperbincangkan di tahun 2019.

Kolaborasi dengan Natasha Udu dari Lomba Sihir

Natasha Udu yang mengisi suara di lagu ini adalah anggota Lomba Sihir, grup musik yang juga bernaung di Sun Eater bersama Hindia. Ia juga menjadi bagian dari Tur Bayangan Hindia yang diselenggarakan di beberapa kota di Jawa pada awal 2020.