Lagu “cardigan” bercerita tentang cinta pertama yang hilang, dikenang dari sudut pandang seorang perempuan bernama Betty, salah satu karakter fiksi dalam album Folklore.
Betty mengenang hubungannya dengan James, kekasihnya di masa remaja, yang kemudian berselingkuh dengan perempuan lain bernama Augustine.
Judul lagu ini bukan sekadar pakaian, tapi sebuah simbol: Betty merasa seperti kardigan tua yang terlupakan di bawah ranjang, sampai James datang dan membuatnya merasa berarti lagi.
Lagu ini juga menyentuh tema yang sangat universal: bagaimana orang dewasa muda sering dianggap tidak tahu apa-apa tentang cinta, padahal mereka justru merasakannya paling dalam.
Refrain yang berulang, tentang merasa seperti benda yang terlupakan lalu kembali dicintai, menggambarkan dengan tepat bagaimana seseorang bisa merasa tak berharga sebelum akhirnya ditemukan oleh orang yang tepat.
Di akhir lagu, Betty berkata dengan yakin bahwa ia selalu tahu James akan kembali padanya karena itulah kekuatan yang dimiliki oleh cinta pertama yang sejati.
Meski diceritakan melalui karakter fiksi, emosi dalam lagu ini terasa sangat nyata dan dekat dengan pengalaman siapa pun yang pernah mencintai dan kehilangan.
Terjemahan Lirik Lagu Cardigan dari Taylor Swift
[Verse 1]
Vintage tee, brand new phone
Kaos vintage, ponsel baru
High heels on cobblestones
Sepatu hak tinggi di atas batu jalanan
When you are young, they assume you know nothing
Saat kamu muda, mereka mengira kamu tidak tahu apa-apa
Sequin smile, black lipstick
Senyum bersinar, lipstik hitam
Sensual politics
Politik yang penuh rasa
When you are young, they assume you know nothing
Saat kamu muda, mereka mengira kamu tidak tahu apa-apa
[Chorus]
But I knew you
Tapi aku mengenalmu
Dancin’ in your Levi’s
Menari dengan jins Levi’s-mu
Drunk under a streetlight, I
Mabuk di bawah lampu jalan, aku
I knew you
Aku mengenalmu
Hand under my sweatshirt
Tanganmu di bawah sweatshirt-ku
Baby, kiss it better, I
Sayang, ciumi hingga terasa lebih baik, aku
[Refrain]
And when I felt like I was an old cardigan
Dan saat aku merasa seperti kardigan tua
Under someone’s bed
Di bawah ranjang seseorang
You put me on and said I was your favorite
Kamu memakaikiku dan bilang aku adalah favoritmu
[Verse 2]
A friend to all is a friend to none
Teman untuk semua artinya bukan teman siapa-siapa
Chase two girls, lose the one
Mengejar dua gadis, kehilangan yang satu
When you are young, they assume you know nothing
Saat kamu muda, mereka mengira kamu tidak tahu apa-apa
[Chorus]
But I knew you
Tapi aku mengenalmu
Playing hide-and-seek and
Bermain petak umpet dan
Giving me your weekends, I
Memberikanku akhir pekanmu, aku
I knew you
Aku mengenalmu
Your heartbeat on the High Line
Detak jantungmu di High Line
Once in twenty lifetimes, I
Sekali dalam dua puluh kehidupan, aku
[Refrain]
And when I felt like I was an old cardigan
Dan saat aku merasa seperti kardigan tua
Under someone’s bed
Di bawah ranjang seseorang
You put me on and said I was your favorite
Kamu memakaikiku dan bilang aku adalah favoritmu
[Bridge]
To kiss in cars and downtown bars
Berciuman di dalam mobil dan bar-bar pusat kota
Was all we needed
Adalah semua yang kita butuhkan
You drew stars around my scars
Kamu menggambar bintang di sekitar luka-lukaku
But now I’m bleedin’
Tapi sekarang aku berdarah
[Chorus]
‘Cause I knew you
Karena aku mengenalmu
Steppin’ on the last train
Melangkah naik kereta terakhir
Marked me like a bloodstain, I
Menandaiku seperti noda darah, aku
I knew you
Aku mengenalmu
Tried to change the ending
Mencoba mengubah akhir cerita
Peter losing Wendy, I
Peter yang kehilangan Wendy, aku
I knew you
Aku mengenalmu
Leavin’ like a father
Pergi seperti seorang ayah
Running like water, I
Mengalir seperti air, aku
And when you are young, they assume you know nothing
Dan saat kamu muda, mereka mengira kamu tidak tahu apa-apa
[Verse 3]
But I knew you’d linger like a tattoo kiss
Tapi aku tahu kamu akan bertahan seperti ciuman tato
I knew you’d haunt all of my what-ifs
Aku tahu kamu akan menghantui semua kemungkinan yang kupikirkan
The smell of smoke would hang around this long
Bau asap akan bertahan selama ini
‘Cause I knew everything when I was young
Karena aku tahu segalanya saat aku masih muda
I knew I’d curse you for the longest time
Aku tahu aku akan mengutukmu untuk waktu yang sangat lama
Chasin’ shadows in the grocery line
Mengejar bayangan di antrean toko
I knew you’d miss me once the thrill expired
Aku tahu kamu akan merindukanku setelah sensasinya habis
And you’d be standin’ in my front porch light
Dan kamu akan berdiri di cahaya teras depanku
And I knew you’d come back to me
Dan aku tahu kamu akan kembali padaku
You’d come back to me
Kamu akan kembali padaku
And you’d come back to me
Dan kamu akan kembali padaku
And you’d come back
Dan kamu akan kembali
[Refrain]
And when I felt like I was an old cardigan
Dan saat aku merasa seperti kardigan tua
Under someone’s bed
Di bawah ranjang seseorang
You put me on and said I was your favorite
Kamu memakaikiku dan bilang aku adalah favoritmu
Konteks di Balik Lagu Cardigan dari Taylor Swift
Taylor Swift mulai mengerjakan album Folklore selama masa lockdown COVID-19 di awal tahun 2020, ketika isolasi mendorongnya untuk menjelajahi suara dan gaya bercerita yang sama sekali baru.
Ia menghubungi produser Aaron Dessner dari band The National dan setelah menerima folder berisi instrumental darinya, Taylor mengirimkan versi “cardigan” yang sudah selesai sepenuhnya hanya dalam hitungan jam di tengah malam.
Dessner, dalam wawancaranya dengan Rolling Stone, menyebut momen itu seperti disambar petir karena ia tidak menyangka kolaborasi jarak jauh itu bisa menghasilkan sesuatu yang begitu luar biasa dan cepat.
“cardigan” dibangun di atas sketsa instrumental Dessner yang awalnya diberi judul “Maple” dan pernah dipertimbangkan untuk album band The National sebelum akhirnya dikirimkan ke Swift.
Lagu ini juga memiliki lapisan makna ganda: selain tentang kisah cinta Betty dan James, banyak yang menginterpretasikannya sebagai gambaran hubungan Taylor dengan para penggemarnya yang selalu kembali kepadanya meskipun ia sempat terpinggirkan dari sorotan publik.