Lagu We Are Never Ever Getting Back Together ini bercerita tentang seseorang yang akhirnya lelah dengan siklus putus nyambung yang tidak berkesudahan.
Taylor Swift menggambarkan perasaan frustrasi yang sudah menumpuk terlalu lama terhadap mantan kekasih yang terus datang dan pergi sesuai keinginannya sendiri.
Setiap kali mereka putus, sang mantan akan menelepon kembali dengan janji perubahan yang tidak pernah benar-benar terjadi.
Yang membuat lagu ini spesial adalah kejujurannya: bukan hanya tentang patah hati, tapi tentang sadar bahwa hubungan itu memang sudah harus diakhiri selamanya.
Ada rasa lega di balik kemarahan dalam lagu ini karena sang tokoh akhirnya memutuskan untuk berhenti peduli pada bujukan mantan.
Chorus yang berulang-ulang bukan sekadar hook yang catchy, tapi cerminan dari tekad bulat yang terus dipertegas dalam kepala setelah sekian lama ragu.
Pada akhirnya, lagu ini adalah deklarasi kebebasan dari hubungan yang lebih banyak menguras energi daripada memberikan kebahagiaan.
Terjemahan Lirik Lagu We Are Never Ever Getting Back Together dari Taylor Swift
[Verse 1]
I remember when we broke up the first time
Aku ingat ketika kita putus untuk pertama kalinya
Saying, “This is it, I’ve had enough,” ’cause like
Berkata, “Sudah, aku sudah cukup,” karena
We hadn’t seen each other in a month
Kita tidak saling bertemu selama sebulan
When you said you needed space (What?)
Ketika kamu bilang kamu butuh ruang (Apa?)
Then you come around again and say
Lalu kamu datang lagi dan berkata
“Baby, I miss you and I swear I’m gonna change, trust me”
“Sayang, aku merindukanmu dan aku berjanji akan berubah, percayalah padaku”
Remember how that lasted for a day?
Ingat bagaimana itu hanya bertahan satu hari?
I say, “I hate you,” we break up, you call me, “I love you”
Aku berkata, “Aku membencimu,” kita putus, kamu meneleponku, “Aku mencintaimu”
[Pre-Chorus]
Ooh, ooh-ooh-ooh
We called it off again last night, but
Kita mengakhirinya lagi semalam, tapi
Ooh, ooh-ooh-ooh
This time, I’m telling you, I’m telling you
Kali ini, aku memberitahumu, aku memberitahumu
[Chorus]
We are never, ever, ever getting back together
Kita tidak akan pernah, pernah, pernah bersatu kembali
We are never, ever, ever getting back together
Kita tidak akan pernah, pernah, pernah bersatu kembali
You go talk to your friends, talk to my friends, talk to me
Kamu pergi bicara ke teman-temanmu, bicara ke teman-temanku, bicara padaku
But we are never, ever, ever, ever getting back together
Tapi kita tidak akan pernah, pernah, pernah, pernah bersatu kembali
Like, ever
Seperti, selamanya
[Verse 2]
I’m really gonna miss you picking fights
Aku benar-benar akan merindukan kamu yang selalu mencari pertengkaran
And me falling for it, screaming that I’m right
Dan aku yang terpancing, berteriak bahwa aku benar
And you would hide away and find your peace of mind
Dan kamu akan bersembunyi dan mencari ketenangan pikiran
With some indie record that’s much cooler than mine
Dengan rekaman indie yang jauh lebih keren daripada milikku
[Pre-Chorus]
Ooh, ooh-ooh-ooh
You called me up again tonight, but
Kamu meneleponku lagi malam ini, tapi
Ooh, ooh-ooh-ooh
This time, I’m telling you, I’m telling you
Kali ini, aku memberitahumu, aku memberitahumu
[Chorus]
We (We) are never, ever, ever getting back together
Kita tidak akan pernah, pernah, pernah bersatu kembali
We are never, ever, ever getting back together
Kita tidak akan pernah, pernah, pernah bersatu kembali
You go talk to your friends, talk to my friends, talk to me (Talk to me)
Kamu pergi bicara ke teman-temanmu, bicara ke teman-temanku, bicara padaku
But we are never, ever, ever, ever getting back together
Tapi kita tidak akan pernah, pernah, pernah, pernah bersatu kembali
[Post-Chorus]
Ooh, ooh-ooh-ooh (Yeah)
Ooh, ooh-ooh-ooh-ooh (Yeah)
Ooh, ooh-ooh-ooh (Yeah)
Oh
[Bridge]
I used to think that we were forever, ever
Aku dulu berpikir bahwa kita akan selamanya
And I used to say, “Never say never”
Dan aku dulu berkata, “Jangan pernah berkata tidak pernah”
[Interlude]
Ugh, so he calls me up and he’s like, “I still love you”
Ugh, jadi dia meneleponku dan berkata, “Aku masih mencintaimu”
And I’m like, “I just, I mean, this is exhausting, you know?
Dan aku seperti, “Aku hanya, maksudku, ini melelahkan, tahu?
Like, we are never getting back together, like, ever”
Seperti, kita tidak akan pernah bersatu kembali, seperti, selamanya”
[Chorus]
(No) We are never, ever, ever getting back together
Kita tidak akan pernah, pernah, pernah bersatu kembali
We are never, ever, ever (Oh) getting back together
Kita tidak akan pernah, pernah, pernah bersatu kembali
You go talk to your friends, talk to my friends, talk to me
Kamu pergi bicara ke teman-temanmu, bicara ke teman-temanku, bicara padaku
But we are never, ever, ever, ever getting back together
Tapi kita tidak akan pernah, pernah, pernah, pernah bersatu kembali
[Outro]
We (Ooh, ooh-ooh-ooh, ooh, ooh; no), getting back together
Kita tidak akan bersatu kembali
We (Ooh, ooh-ooh-ooh, ooh, ooh; oh, oh), getting back together (Yeah)
Kita tidak akan bersatu kembali
You go talk to your friends, talk to my friends, talk to me (Talk to me)
Kamu pergi bicara ke teman-temanmu, bicara ke teman-temanku, bicara padaku
But we are never, ever, ever, ever getting back together
Tapi kita tidak akan pernah, pernah, pernah, pernah bersatu kembali
Konteks di Balik Lagu We Are Never Ever Getting Back Together dari Taylor Swift
Lagu ini lahir dari sebuah kejadian tidak terduga di studio rekaman, ketika seorang teman dari mantan kekasih Taylor tiba-tiba masuk dan menyebut kabar bahwa Taylor akan balikan dengan sang mantan.
Setelah orang itu pergi, Taylor langsung menceritakan seluruh drama putus nyambung itu kepada Max Martin dan Shellback, dan mereka pun memutuskan itulah lagu yang harus ditulis hari itu juga.
Lagu ini selesai ditulis hanya dalam 25 menit bersama Max Martin dan Shellback.
Banyak yang menduga lagu ini terinspirasi dari hubungan Taylor dengan seorang aktor terkenal yang diketahui tidak menyukai musik pop miliknya, dan hal itu tercermin jelas dalam lirik tentang rekaman indie yang dianggap lebih keren.
Taylor sendiri pernah mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa dalam hubungan itu ia merasa sangat dikritik dan tidak dihargai, karena sang mantan tidak pernah mengatakan hal baik tentang lagu-lagu yang ia tulis.