Lagu ini bercerita tentang seseorang yang tidak bisa berhenti memikirkan mantan kekasihnya yang kini telah menjadi bintang.
Sang narator merasa ditinggalkan, terjebak dalam pikiran yang terus berputar tanpa bisa berhenti.
Kenangan fisik seperti foto dan benda milik sang kekasih masih ada di sekelilingnya, tapi hubungan itu sudah lama berakhir.
Ada rasa rendah diri yang kuat di sini, narator merasa dirinya bukan siapasi sementara orang yang ia cintai terus bersinar.
Lirik “what do you care” yang diulang berkali-kali menggambarkan betapa sia-sianya perasaan itu.
Lagu ini juga menyentil dunia ketenaran yang palsu, di mana orang-orang di sekitar sang bintang hanyalah bayaran, bukan teman sejati.
Narator merasa dialah satu-satunya yang benar-benar mengenal sang kekasih secara tulus.
Tapi kesadaran itu pun tidak mengubah apa-apa karena ia tidak lagi hadir dalam kehidupan sang bintang.
Di bagian akhir, ungkapan “I’ve bled and I bleed to please you” menunjukkan pengorbanan tanpa batas yang tidak pernah dihargai.
Lagu ini adalah gambaran jujur dan menyakitkan tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan, obsesi yang tak bisa dipadamkan, dan kesendirian yang datang setelah kehilangan.
Terjemahan Lirik Lagu Thinking About You dari Radiohead
[Verse 1]
Been thinking about you
Aku terus memikirkanmu
Your records are here
Piringan hitammu ada di sini
Your eyes are on my wall
Matamu terpampang di dindingku
Your teeth are over there
Gigimu ada di sana
But I’m still no one
Tapi aku masih bukan siapapun
And you’re now a star
Dan kamu kini adalah bintang
What do you care?
Apa pedulimu?
[Verse 2]
Been thinking about you
Aku terus memikirkanmu
And there’s no rest
Dan tidak ada istirahat
Shit, I still love you
Sialan, aku masih mencintaimu
Still see you in bed
Masih melihatmu di tempat tidur
But I’m playing with myself
Tapi aku hanya menyiksa diri sendiri
And what do you care
Dan apa pedulimu
When the other men are far, far better?
Ketika pria lain jauh, jauh lebih baik?
[Bridge]
All the things you’ve got
Semua hal yang kamu miliki
All the things you need
Semua hal yang kamu butuhkan
Who bought you cigarettes?
Siapa yang membelikanmu rokok?
Who bribed the company to come and see you, honey?
Siapa yang menyuap orang-orang untuk datang menemuimu, sayang?
[Verse 3]
I’ve been thinking about you
Aku terus memikirkanmu
So how can you sleep?
Lalu bagaimana kamu bisa tidur?
These people aren’t your friends
Orang-orang ini bukan temanmu
They’re paid to kiss your feet
Mereka dibayar untuk menjilat kakimu
They don’t know what I know
Mereka tidak tahu apa yang aku tahu
And why should you care
Dan mengapa kamu harus peduli
When I’m not there?
Ketika aku tidak ada di sana?
[Verse 4]
Been thinking about you
Aku terus memikirkanmu
And there’s no rest
Dan tidak ada istirahat
Shit, I still love you
Sialan, aku masih mencintaimu
Still see you in bed
Masih melihatmu di tempat tidur
But I’m playing with myself
Tapi aku hanya menyiksa diri sendiri
And what do you care
Dan apa pedulimu
When I’m not there?
Ketika aku tidak ada di sana?
[Bridge]
All the things you’ve got
Semua hal yang kamu miliki
That you’ll never need
Yang tidak akan pernah kamu butuhkan
All the things you’ve got
Semua hal yang kamu miliki
I’ve bled and I bleed to please you
Aku telah dan terus berdarah untuk menyenangkanmu
[Outro]
Been thinking about you
Aku terus memikirkanmu
Konteks di Balik Lagu Thinking About You dari Radiohead
Lagu ini pertama kali direkam pada Oktober 1991, saat Radiohead masih menggunakan nama On A Friday.
Versi awal lagu ini ternyata jauh berbeda dari yang kita kenal sekarang, dengan aransemen elektrik yang lebih energik dan agresif.
Setelah menandatangani kontrak dengan label EMI pada 1992 dan berganti nama menjadi Radiohead, lagu ini direkam ulang dalam format akustik yang lebih tenang.
Lagu ini kemudian muncul di EP Drill bersama beberapa lagu lain sebelum akhirnya masuk ke album debut mereka, Pablo Honey, yang dirilis pada 22 Februari 1993.
Menurut majalah Q, Thom Yorke menempatkan dirinya dalam posisi seorang mantan kekasih yang kesepian dari seseorang yang kini telah menjadi bintang.
Namun ada sisi lain yang lebih menggelikan, lagu ini ternyata adalah lagu favorit ibu dari kakak beradik Greenwood, padahal mereka tahu isi liriknya yang sesungguhnya sangat berbeda dari kesan romantis yang ditangkap sang ibu.
Instrumen harmonium dalam lagu ini dimainkan oleh Jonny Greenwood, menambah nuansa suram dan kontemplatif pada lagu ini.
Lagu ini menjadi satu-satunya lagu akustik di album Pablo Honey, menjadikannya momen paling intim dan personal di seluruh album tersebut.