Lagu ini bercerita tentang dua mantan kekasih yang bertemu kembali tak lama setelah hubungan mereka berakhir.
Keduanya melihat situasi yang sama dari sudut pandang yang sangat berbeda, dan itulah yang membuat lagu ini terasa begitu nyata dan menyakitkan.
Sang pria merasa ditinggalkan begitu saja tanpa peringatan, sementara sang wanita merasa sudah memberikan banyak tanda tapi tak pernah didengar.
Tidak ada yang benar-benar mendengarkan satu sama lain, dan itu tercermin dari cara keduanya bernyanyi secara bergantian seolah berbicara tanpa pernah saling menjawab.
Kata “exile” dalam lagu ini menggambarkan perasaan terasing dari seseorang yang dulu adalah rumahmu sendiri.
Ketika seseorang berubah dari “hometown” menjadi “exile,” itu artinya kamu kehilangan bukan hanya orang itu, tapi juga rasa aman dan rasa memiliki yang pernah ada.
Lagu ini tidak memihak siapa pun karena Taylor sengaja membiarkan pendengar memutuskan sendiri siapa yang lebih bersalah.
Terjemahan Lirik Lagu exile dari Taylor Swift feat. Bon Iver
[Verse 1: Justin Vernon]
I can see you standing, honey
Aku bisa melihatmu berdiri, sayang
With his arms around your body
Dengan lengannya melingkari tubuhmu
Laughin’, but the joke’s not funny at all
Tertawa, tapi leluconnya sama sekali tidak lucu
And it took you five whole minutes
Dan hanya butuh lima menit bagimu
To pack us up and leave me with it
Untuk mengemas segalanya dan meninggalkanku begitu saja
Holdin’ all this love out here in the hall
Menanggung semua rasa cinta ini sendirian di luar sana
[Chorus: Justin Vernon]
I think I’ve seen this film before
Kurasa aku pernah menonton film ini sebelumnya
And I didn’t like the ending
Dan aku tidak suka dengan akhirnya
You’re not my homeland anymore
Kamu bukan lagi tanah airku
So what am I defending now?
Lalu apa lagi yang harus aku pertahankan sekarang?
You were my town, now I’m in exile, seein’ you out
Kamu dulu adalah kotaku, kini aku dalam pengasingan, melihatmu pergi
I think I’ve seen this film before
Kurasa aku pernah menonton film ini sebelumnya
[Post-Chorus: Justin Vernon]
Ooh, ooh, ooh
Ooh, ooh, ooh
[Verse 2: Taylor Swift]
I can see you starin’, honey
Aku bisa melihatmu menatap, sayang
Like he’s just your understudy
Seolah dia hanyalah penggantimu
Like you’d get your knuckles bloody for me
Seolah kamu rela berkorban segalanya untukku
Second, third, and hundredth chances
Kesempatan kedua, ketiga, bahkan ratusan kali
Balancin’ on breaking branches
Berjalan di atas dahan yang hampir patah
Those eyes add insult to injury
Tatapan matamu itu hanya memperparah lukaku
[Chorus: Taylor Swift]
I think I’ve seen this film before
Kurasa aku pernah menonton film ini sebelumnya
And I didn’t like the ending
Dan aku tidak suka dengan akhirnya
I’m not your problem anymore
Aku bukan lagi masalahmu
So who am I offending now?
Lalu sekarang siapa yang aku sakiti?
You were my crown, now I’m in exile, seein’ you out
Kamu dulu adalah mahkotaku, kini aku dalam pengasingan, melihatmu pergi
I think I’ve seen this film before
Kurasa aku pernah menonton film ini sebelumnya
So I’m leaving out the side door
Jadi aku pergi lewat pintu samping
[Bridge: Justin Vernon, Taylor Swift & Both]
So step right out, there is no amount
Maka pergilah, tidak ada jumlah
Of crying I can do for you
Air mata yang bisa aku teteskan untukmu
All this time
Selama ini
We always walked a very thin line
Kita selalu berjalan di atas garis yang sangat tipis
You didn’t even hear me out (You didn’t even hear me out)
Kamu bahkan tidak mau mendengarkanku sampai selesai (Kamu bahkan tidak mau mendengarkanku)
You never gave a warning sign (I gave so many signs)
Kamu tidak pernah memberi tanda peringatan (Aku sudah memberi begitu banyak tanda)
All this time
Selama ini
I never learned to read your mind (Never learned to read my mind)
Aku tidak pernah belajar membaca pikiranmu (Tidak pernah belajar membaca pikiranku)
I couldn’t turn things around (You never turned things around)
Aku tidak bisa membalikkan keadaan (Kamu tidak pernah membalikkan keadaan)
‘Cause you never gave a warning sign (I gave so many signs)
Karena kamu tidak pernah memberi tanda peringatan (Aku sudah memberi begitu banyak tanda)
So many signs, so many signs
Begitu banyak tanda, begitu banyak tanda
You didn’t even see the signs
Kamu bahkan tidak melihat tanda-tandanya
[Chorus: Taylor Swift & Justin Vernon, Taylor Swift]
I think I’ve seen this film before
Kurasa aku pernah menonton film ini sebelumnya
And I didn’t like the ending
Dan aku tidak suka dengan akhirnya
You’re not my homeland anymore
Kamu bukan lagi tanah airku
So what am I defending now?
Lalu apa lagi yang harus aku pertahankan?
You were my town, now I’m in exile, seein’ you out
Kamu dulu adalah kotaku, kini aku dalam pengasingan, melihatmu pergi
I think I’ve seen this film before
Kurasa aku pernah menonton film ini sebelumnya
So I’m leavin’ out the side door
Jadi aku pergi lewat pintu samping
[Outro: Justin Vernon & Taylor Swift]
So step right out, there is no amount
Maka pergilah, tidak ada jumlah
Of crying I can do for you
Air mata yang bisa aku teteskan untukmu
All this time
Selama ini
We always walked a very thin line
Kita selalu berjalan di atas garis yang sangat tipis
You didn’t even hear me out (Didn’t even hear me out)
Kamu bahkan tidak mendengarkanku (Bahkan tidak mendengarkanku)
You never gave a warning sign (I gave so many signs)
Kamu tidak pernah memberi tanda peringatan (Aku sudah memberi begitu banyak tanda)
All this time
Selama ini
I never learned to read your mind (Never learned to read my mind)
Aku tidak pernah belajar membaca pikiranmu (Tidak pernah belajar membaca pikiranku)
I couldn’t turn things around (You never turned things around)
Aku tidak bisa membalikkan keadaan (Kamu tidak pernah membalikkan keadaan)
‘Cause you never gave a warning sign (I gave so many signs)
Karena kamu tidak pernah memberi tanda peringatan (Aku sudah memberi begitu banyak tanda)
You never gave a warning sign (All this time)
Kamu tidak pernah memberi tanda peringatan (Selama ini)
(So many signs) I never learned to read your mind
(Begitu banyak tanda) Aku tidak pernah belajar membaca pikiranmu
(So many signs) I couldn’t turn things around (I couldn’t turn things around)
(Begitu banyak tanda) Aku tidak bisa membalikkan keadaan (Aku tidak bisa membalikkan keadaan)
‘Cause you never gave a warning sign (You never gave a warning sign)
Karena kamu tidak pernah memberi tanda peringatan (Kamu tidak pernah memberi tanda peringatan)
You never gave a warning sign
Kamu tidak pernah memberi tanda peringatan
Ah, ah
Ah, ah
Konteks di Balik Lagu exile dari Taylor Swift feat. Bon Iver
Lagu ini lahir di tengah pandemi COVID-19 ketika Taylor Swift mengisolasi diri dan membiarkan imajinasinya mengembara bebas.
Salah satu gambaran yang muncul dalam benaknya adalah seorang pria yang diasingkan, berjalan di tepi tebing di tanah yang bukan miliknya, bertanya-tanya di mana semuanya salah. Dari gambaran itulah “exile” mulai terbentuk.
Cikal bakal lagu ini sebenarnya berasal dari pacar Taylor saat itu, Joe Alwyn, yang menulis melodi piano dan baris pertama di bawah nama samaran William Bowery.
Taylor lalu mengembangkannya menjadi dua bagian dan merekam demo awal dengan menyanyikan kedua peran sekaligus, baik suara pria maupun wanita, dalam satu tarikan nafas.
Demo itu kemudian dikirim ke produser Aaron Dessner dari The National.
Dessner yang berteman dekat dengan Justin Vernon dari Bon Iver memberanikan diri mengirimkan lagu itu, dengan catatan bahwa hasilnya bergantung pada apakah Vernon merasa terinspirasi.
Vernon langsung tertarik, menambahkan lirik bagian bridge, dan merekam vokalnya di studio pribadinya di Fall Creek, Wisconsin, sementara Taylor merekam bagiannya di Los Angeles.
Seluruh proses berlangsung secara jarak jauh, tanpa mereka pernah berada di satu ruangan yang sama.