Makna Lagu Upside Down - .Feast

Artis

.Feast

Album

MULTIVERSES

Tahun

2017

Genre

Alternative Rock / Progressive Rock / Indie Rock

Negara

Indonesia
Opini Redaksi

Lagu Upside Down ini bercerita tentang seseorang yang merasa terpinggirkan karena identitasnya tidak sesuai dengan norma mayoritas.

Dari agama hingga adat, tekanan untuk berubah datang dari segala arah dan sang narator menolaknya dengan sadar.

Pilihan untuk “stay underground” bukan bentuk kepasrahan, melainkan cara bertahan agar tidak terus dikejar dan dipaksa berubah.

Spoken word di bagian akhir menjadi klimaks paling kuat karena membuka luka sejarah Indonesia yang sering dibungkam, termasuk tragedi 1965 dan kekerasan terhadap etnis Tionghoa pada 1998.

Kata “Plastic Bhinneka Tagline” menyengat langsung karena menggambarkan slogan persatuan yang hanya jadi hiasan tanpa makna nyata bagi mereka yang terus dipinggirkan.

Frase “minorities never kneel” bukan sekadar baris lagu, itu adalah pernyataan perlawanan yang tegas.

Lagu ini mengakhiri pesannya dengan harapan bahwa suatu hari kaum minoritas dan mereka yang berbeda akan menang, meski hari ini mereka masih harus bersembunyi.

Terjemahan Lirik Lagu Upside Down dari .Feast

[Verse 1]
God texted yesterday

Tuhan mengirim pesan kemarin

I’d welcome her any day
Aku akan menyambutnya kapan saja

But when everybody prays
Tapi ketika semua orang berdoa

Too loud o, can’t hear what she says
Terlalu keras, aku tak bisa mendengar apa yang Dia katakan

Mass strike every day
Mogok massal setiap hari

Wanna hear what they gotta say
Ingin mendengar apa yang mereka punya untuk dikatakan

But they want me out the way
Tapi mereka ingin aku tersingkir

‘Cause all I am is heresy
Karena aku hanyalah sebuah bid’ah

[Verse 2]
Heaven pulled me yesterday

Surga menarikku kemarin

They forced me in, so bright light ray
Mereka memaksaku masuk, cahayanya begitu terang

But then I said not today
Tapi aku berkata tidak hari ini

‘Cause they asked me to change my ways
Karena mereka memintaku mengubah jalanku

[Verse 3]
Million beliefs on display

Jutaan keyakinan dipamerkan

Wanna prove all their own Madre
Semua ingin membuktikan kebenarannya sendiri

Convince me with their only way
Meyakinkanku dengan cara mereka sendiri

Oh who cares time changes anyway
Ah siapa peduli, waktu berubah juga akhirnya

[Bridge]
(hoo-woo, woo-woo)
Yet we stand strong as the world keeps spinning

Namun kita tetap berdiri tegak saat dunia terus berputar

(hoo-woo, woo-woo)
Ghostfolks strong someday we’ll be winning

Ghostfolks tetap kuat, suatu hari kita akan menang

[Chorus]
If I show my way then y’all be, y’all be playing hound

Jika aku menunjukkan caraku maka kalian akan, kalian akan bermain seperti anjing pemburu

You’ll keep sniffing then I-I don’t wanna be found
Kalian terus mengendus maka aku tidak ingin ditemukan

If this really it the air you breathe
Jika ini benar-benar udara yang kalian hirup

Then I’ll stay underground
Maka aku akan tetap di bawah tanah

[Verse 4]
Coffee yesterday

Kopi kemarin

Same old drinks, same old cafe
Minuman yang sama, kafe yang sama

Some clients said “I can’t stay”
Beberapa pelanggan berkata “Aku tidak bisa tinggal”

Said “My people would betray”
Berkata “Orang-orangku akan mengkhianati”

[Verse 5]
But what else is really mine

Tapi apa lagi yang benar-benar milikku

Not this flag on-on this land
Bukan bendera ini di tanah ini

A pest in my own bloodline
Hama di garis darahku sendiri

Plastic Bhinneka tagline
Tagline Bhinneka yang hanya plastik

[Bridge]
(sama seperti di atas)

[Chorus]
(sama seperti di atas)

[Post-Chorus]
I’ll stay upside down, down

Aku akan tetap terbalik, terbalik

Make a sound, minorities never kneel
Bersuaralah, kaum minoritas tidak pernah berlutut

Freebirds love all whom you feel
Burung bebas mencintai semua yang kamu rasakan

Unbelievers take the wheel
Para tak percaya, ambil kendalinya

[Spoken Word]
She slammed the table

Dia membanting meja

God was talking to me, and she was angry
Tuhan sedang berbicara padaku, dan Dia marah

Thunder rings, heavy rain
Petir berdering, hujan deras

I understood then
Aku mengerti saat itu

She created harmony
Dia menciptakan harmoni

One made of silence
Harmoni yang terbuat dari keheningan

To visit the past is to learn from it
Mengunjungi masa lalu berarti belajar darinya

And learning is loud
Dan belajar itu berisik

A crime against harmony
Sebuah kejahatan terhadap harmoni

But still, I’d rather be a convict than a mute
Tapi tetap saja, aku lebih memilih menjadi narapidana daripada bisu

‘Cause in silence I hear people whispering ’65
Karena dalam keheningan aku mendengar orang-orang berbisik tentang tahun 65

Skim one group, so they come out as heroes
Menghapus satu kelompok agar mereka keluar sebagai pahlawan

In silence I hear hounds barking to reenact ’98
Dalam keheningan aku mendengar anjing-anjing menyalak untuk mengulang tahun 98

Raping and killing Chinese when all they killed were Indonesians
Memperkosa dan membunuh etnis Tionghoa padahal yang mereka bunuh adalah sesama orang Indonesia

She threw her arms toward me
Dia melemparkan tangannya ke arahku

Split seconds
Sepersekian detik

I saw crimson clouds
Aku melihat awan merah tua

Everything went black
Segalanya menjadi gelap

Years of my life flashed in a blink
Bertahun-tahun hidupku berkelebat dalam sekejap

I remember things that never happened before
Aku mengingat hal-hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya

Countless tragedies, persecutions
Tragedi tak terhitung, penganiayaan

Cathedral burned down, mobs rammed down
Katedral dibakar, massa merangsek masuk

I opened my eyes
Aku membuka mataku

Saw my wrinkled hands
Melihat tanganku yang keriput

Illuminated by dim bonfire
Diterangi oleh api unggun yang redup

Children all around me
Anak-anak mengelilingiku

Waiting for me to say something
Menunggu aku untuk mengatakan sesuatu

God showed me myself in another world
Tuhan menunjukkan diriku di dunia lain

In which I have failed
Di mana aku telah gagal

I know bad things happen when it’s too late
Aku tahu hal-hal buruk terjadi ketika sudah terlambat

Still, I won’t forget who I am
Namun tetap saja, aku tidak akan melupakan siapa aku

I won’t forget yesterday
Aku tidak akan melupakan hari kemarin

Konteks di Balik Lagu Upside Down dari .Feast

“Upside Down” merupakan bagian dari album debut .Feast bertajuk MULTIVERSES yang dirilis pada 18 September 2017 di bawah Leeds Records.

Album ini memiliki konsep perjalanan waktu dengan tema utama menghadapi realita sosial-politik Jakarta dan Indonesia saat itu.

Terutama menyoroti konflik agama yang terjadi di Indonesia, diceritakan melalui narasi yang kuat dan gaya yang berani serta berapi-api.

Judul lagu “Upside Down” sendiri terinspirasi dari serial Stranger Things, salah satu karya yang digemari oleh para personil .Feast sejak kecil.

Namun berbeda dari serial itu, versi .Feast mengisi konsep “terbalik” dengan narasi yang jauh lebih berat yaitu tentang pengalaman hidup sebagai minoritas di Indonesia.

Lirik berbicara tentang tekanan agama, pengkhianatan komunitas, dan slogan persatuan yang terasa kosong bagi mereka yang terus terpinggirkan.

Bagian spoken word di akhir lagu adalah yang paling berani. Di sana, .Feast secara terang-terangan menyebut peristiwa 1965 dan kekerasan anti-Tionghoa pada 1998, dua luka sejarah Indonesia yang masih sangat sensitif dan jarang dibuka secara terbuka dalam karya musik populer.

.Feast memang dikenal ingin mengangkat isu nyata dalam musiknya, bukan sekadar mengejar nilai visual yang mengejutkan.

Lagu ini menjadi salah satu bukti paling kuat dari komitmen itu.

Fakta Menarik tentang Lagu Upside Down

Judul Lagu Ditulis Terbalik

Penulisan judul "Uʍop Ǝpᴉsdn" bukan sekadar estetika. Jika kamu memutar tulisannya 180 derajat, kata-kata itu terbaca "Upside Down". Ini adalah cerminan langsung dari tema lagu tentang identitas yang dilihat secara terbalik oleh mayoritas.

Terinspirasi Stranger Things, Tapi Isinya Jauh Lebih Dalam

Lagu ini terinspirasi dari serial Stranger Things yang digandrungi personil .Feast. Namun alih-alih menceritakan monster atau dimensi lain, .Feast mengisi konsep "dunia terbalik" itu dengan pengalaman nyata kaum minoritas Indonesia yang merasa asing di negeri sendiri.

Bagian dari Album Konsep Berskala Besar

Album MULTIVERSES mencampurkan berbagai elemen unik seperti gospel, motown, stoner, doom, hingga hip-hop, dan melibatkan banyak kolaborator termasuk Yudhistira (Racun), Haikal Azizi (Sigmun), Mardial, dan Oscar Lolang. Ini menjadikan album ini salah satu rilisan rock Indonesia paling ambisius di eranya.

"Ghostfolks" Punya Makna Khusus

Kata "Ghostfolks" dalam bridge lagu merujuk pada kelompok yang dianggap tidak ada atau tidak terlihat oleh mayoritas. Ini adalah cara .Feast menyebut kaum minoritas yang keberadaannya sering diabaikan dalam narasi besar bangsa.

Menyebut Tragedi Nyata Secara Langsung

Sangat jarang sebuah lagu pop Indonesia menyebut peristiwa 1965 dan kerusuhan 1998 secara eksplisit dalam liriknya. .Feast melakukannya tanpa bungkus metafora di bagian spoken word, menjadikan "Upside Down" sebagai salah satu pernyataan politik paling berani dalam sejarah musik indie Indonesia.

Semesta Lagu Berlanjut dalam Proyek Multisemesta

.Feast membangun semesta naratif bernama Multisemesta yang terdiri dari beberapa akun Instagram yang mendokumentasikan alam semesta semi-fiksi band yang mencerminkan realitas sosial-politik Indonesia. MULTIVERSES mewakili "Earth-03" dalam semesta ini, dan "Upside Down" adalah salah satu lagu kunci yang membangun fondasi narasi tersebut.