Lagu Upside Down ini bercerita tentang seseorang yang merasa terpinggirkan karena identitasnya tidak sesuai dengan norma mayoritas.
Dari agama hingga adat, tekanan untuk berubah datang dari segala arah dan sang narator menolaknya dengan sadar.
Pilihan untuk “stay underground” bukan bentuk kepasrahan, melainkan cara bertahan agar tidak terus dikejar dan dipaksa berubah.
Spoken word di bagian akhir menjadi klimaks paling kuat karena membuka luka sejarah Indonesia yang sering dibungkam, termasuk tragedi 1965 dan kekerasan terhadap etnis Tionghoa pada 1998.
Kata “Plastic Bhinneka Tagline” menyengat langsung karena menggambarkan slogan persatuan yang hanya jadi hiasan tanpa makna nyata bagi mereka yang terus dipinggirkan.
Frase “minorities never kneel” bukan sekadar baris lagu, itu adalah pernyataan perlawanan yang tegas.
Lagu ini mengakhiri pesannya dengan harapan bahwa suatu hari kaum minoritas dan mereka yang berbeda akan menang, meski hari ini mereka masih harus bersembunyi.
Terjemahan Lirik Lagu Upside Down dari .Feast
[Verse 1]
God texted yesterday
Tuhan mengirim pesan kemarin
I’d welcome her any day
Aku akan menyambutnya kapan saja
But when everybody prays
Tapi ketika semua orang berdoa
Too loud o, can’t hear what she says
Terlalu keras, aku tak bisa mendengar apa yang Dia katakan
Mass strike every day
Mogok massal setiap hari
Wanna hear what they gotta say
Ingin mendengar apa yang mereka punya untuk dikatakan
But they want me out the way
Tapi mereka ingin aku tersingkir
‘Cause all I am is heresy
Karena aku hanyalah sebuah bid’ah
[Verse 2]
Heaven pulled me yesterday
Surga menarikku kemarin
They forced me in, so bright light ray
Mereka memaksaku masuk, cahayanya begitu terang
But then I said not today
Tapi aku berkata tidak hari ini
‘Cause they asked me to change my ways
Karena mereka memintaku mengubah jalanku
[Verse 3]
Million beliefs on display
Jutaan keyakinan dipamerkan
Wanna prove all their own Madre
Semua ingin membuktikan kebenarannya sendiri
Convince me with their only way
Meyakinkanku dengan cara mereka sendiri
Oh who cares time changes anyway
Ah siapa peduli, waktu berubah juga akhirnya
[Bridge]
(hoo-woo, woo-woo)
Yet we stand strong as the world keeps spinning
Namun kita tetap berdiri tegak saat dunia terus berputar
(hoo-woo, woo-woo)
Ghostfolks strong someday we’ll be winning
Ghostfolks tetap kuat, suatu hari kita akan menang
[Chorus]
If I show my way then y’all be, y’all be playing hound
Jika aku menunjukkan caraku maka kalian akan, kalian akan bermain seperti anjing pemburu
You’ll keep sniffing then I-I don’t wanna be found
Kalian terus mengendus maka aku tidak ingin ditemukan
If this really it the air you breathe
Jika ini benar-benar udara yang kalian hirup
Then I’ll stay underground
Maka aku akan tetap di bawah tanah
[Verse 4]
Coffee yesterday
Kopi kemarin
Same old drinks, same old cafe
Minuman yang sama, kafe yang sama
Some clients said “I can’t stay”
Beberapa pelanggan berkata “Aku tidak bisa tinggal”
Said “My people would betray”
Berkata “Orang-orangku akan mengkhianati”
[Verse 5]
But what else is really mine
Tapi apa lagi yang benar-benar milikku
Not this flag on-on this land
Bukan bendera ini di tanah ini
A pest in my own bloodline
Hama di garis darahku sendiri
Plastic Bhinneka tagline
Tagline Bhinneka yang hanya plastik
[Bridge]
(sama seperti di atas)
[Chorus]
(sama seperti di atas)
[Post-Chorus]
I’ll stay upside down, down
Aku akan tetap terbalik, terbalik
Make a sound, minorities never kneel
Bersuaralah, kaum minoritas tidak pernah berlutut
Freebirds love all whom you feel
Burung bebas mencintai semua yang kamu rasakan
Unbelievers take the wheel
Para tak percaya, ambil kendalinya
[Spoken Word]
She slammed the table
Dia membanting meja
God was talking to me, and she was angry
Tuhan sedang berbicara padaku, dan Dia marah
Thunder rings, heavy rain
Petir berdering, hujan deras
I understood then
Aku mengerti saat itu
She created harmony
Dia menciptakan harmoni
One made of silence
Harmoni yang terbuat dari keheningan
To visit the past is to learn from it
Mengunjungi masa lalu berarti belajar darinya
And learning is loud
Dan belajar itu berisik
A crime against harmony
Sebuah kejahatan terhadap harmoni
But still, I’d rather be a convict than a mute
Tapi tetap saja, aku lebih memilih menjadi narapidana daripada bisu
‘Cause in silence I hear people whispering ’65
Karena dalam keheningan aku mendengar orang-orang berbisik tentang tahun 65
Skim one group, so they come out as heroes
Menghapus satu kelompok agar mereka keluar sebagai pahlawan
In silence I hear hounds barking to reenact ’98
Dalam keheningan aku mendengar anjing-anjing menyalak untuk mengulang tahun 98
Raping and killing Chinese when all they killed were Indonesians
Memperkosa dan membunuh etnis Tionghoa padahal yang mereka bunuh adalah sesama orang Indonesia
She threw her arms toward me
Dia melemparkan tangannya ke arahku
Split seconds
Sepersekian detik
I saw crimson clouds
Aku melihat awan merah tua
Everything went black
Segalanya menjadi gelap
Years of my life flashed in a blink
Bertahun-tahun hidupku berkelebat dalam sekejap
I remember things that never happened before
Aku mengingat hal-hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya
Countless tragedies, persecutions
Tragedi tak terhitung, penganiayaan
Cathedral burned down, mobs rammed down
Katedral dibakar, massa merangsek masuk
I opened my eyes
Aku membuka mataku
Saw my wrinkled hands
Melihat tanganku yang keriput
Illuminated by dim bonfire
Diterangi oleh api unggun yang redup
Children all around me
Anak-anak mengelilingiku
Waiting for me to say something
Menunggu aku untuk mengatakan sesuatu
God showed me myself in another world
Tuhan menunjukkan diriku di dunia lain
In which I have failed
Di mana aku telah gagal
I know bad things happen when it’s too late
Aku tahu hal-hal buruk terjadi ketika sudah terlambat
Still, I won’t forget who I am
Namun tetap saja, aku tidak akan melupakan siapa aku
I won’t forget yesterday
Aku tidak akan melupakan hari kemarin
Konteks di Balik Lagu Upside Down dari .Feast
“Upside Down” merupakan bagian dari album debut .Feast bertajuk MULTIVERSES yang dirilis pada 18 September 2017 di bawah Leeds Records.
Album ini memiliki konsep perjalanan waktu dengan tema utama menghadapi realita sosial-politik Jakarta dan Indonesia saat itu.
Terutama menyoroti konflik agama yang terjadi di Indonesia, diceritakan melalui narasi yang kuat dan gaya yang berani serta berapi-api.
Judul lagu “Upside Down” sendiri terinspirasi dari serial Stranger Things, salah satu karya yang digemari oleh para personil .Feast sejak kecil.
Namun berbeda dari serial itu, versi .Feast mengisi konsep “terbalik” dengan narasi yang jauh lebih berat yaitu tentang pengalaman hidup sebagai minoritas di Indonesia.
Lirik berbicara tentang tekanan agama, pengkhianatan komunitas, dan slogan persatuan yang terasa kosong bagi mereka yang terus terpinggirkan.
Bagian spoken word di akhir lagu adalah yang paling berani. Di sana, .Feast secara terang-terangan menyebut peristiwa 1965 dan kekerasan anti-Tionghoa pada 1998, dua luka sejarah Indonesia yang masih sangat sensitif dan jarang dibuka secara terbuka dalam karya musik populer.
.Feast memang dikenal ingin mengangkat isu nyata dalam musiknya, bukan sekadar mengejar nilai visual yang mengejutkan.
Lagu ini menjadi salah satu bukti paling kuat dari komitmen itu.